PENGAKUAN NABI ISA DAN KEKUASAAN ALLAH

Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Jika Engkau menyiksa mereka maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya engkau maha perkasa lagi maha bijaksana. Allah berfirman ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungaisungaiā€. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka juga ridha terhadap takdir Allah tersebut, itulah keberuntungan yang paling besar. Kepunyaan Allah lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia maha kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah ayat 118-120).
Ayat 118 di atas adalah sambungan dari dialog antara Nabi Isa dengan Allah di hari kiamat tentang kesesatan kaumnya, yang mana pada ayat sebelumnya Nabi Isa telah menyatakan bahwa kesesatan kaumnya (yaitu menjadikan Nabi Isa dan ibunya sebagai unsur ketuhanan) bukanlah ajaran nabi Isa itu sendiri. Kemudian pada ayat ini dijelaskan bahwa Nabi Isa menyerahkan semua urusan balasan kesesatan kaumnya kepada Allah. Dalam hal ini, Nabi Isa tidak bisa memberi syafaat apapun, karena apa yang dilakukan kaumnya adalah kesesatan yang tidak dapat diampuni, yaitu menyekutukan Allah dengan menjadikan makhlukNya sebagai tuhan yang lain.
Ayat selanjutnya menjelaskan bahwa selain iman dan amal saleh yang disebutkan sebagai syarat untuk memperoleh keselamatan. Dalam ayat-ayat lain disebutkan juga tentang kejujuran dalam beriman dan beramal. Yaitu iman tidak hanya cukup diucapkan dengan lisan, tetapi juga harus meresap dan kokoh dalam hati. Kemudian selain itu, amal saleh harus didasari dengan niat yang ikhlas dan mendekatkan diri kepada Allah swt, bukan dengan riya, ujub dan bangga diri.
Pada ayat selanjutnya dinyatakan, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang di luar kuasa Allah, semua adalah milik Allah, apa yang kita lihat, yang kita perhatikan, dan apa yang kita miliki di alam ini bahkan alam semesta, semuanya merupakan milik Allah, tidak ada yang lepas dari kendali dan kontrol sang Maha Pencipta, sekaligus bahwa tidak ada satu kekuasaanpun yang dapat mengalahkan kekuasaan-Nya, karena dia maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga kita selalu dalam lindungan dan kekuasaan Allah, dan kita harus selalu mendoakan agar kita menjadi hambaNya yang taat pada perintah dan kuasanya. Amin ya rabbal alamin.