Banda Aceh Krisis Keteladanan

Tanggal 22 April kota Banda Aceh tepat berumur 81o tahun, kota yang sudah sangat tua. Apa yang ingin ibuk Walikota sampaikan kepada masyarakat bertepatan dengan HUT kota Banda Aceh tahun ini?
Iya yang pertama kami atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masrayakat Kota Banda Aceh. Para ibu-ibu, kelompok perempuan, dan kaum bapak yang telah berjuang meningkatkan kualitas hidup dan melindungi keluarganya dari sisi yang paling mendasar.
Kemudian juga Para Alim Ulama yang mencurahkan perhatian dan pengetahuannya untuk melindungi aqidah penduduk Kota Banda Aceh, para guru yang berjasa mendidik generasi penerus bangsa, para pemuda yang dengan penuh kesadaran telah mengembangkan potensi dirinya dengan segala kreativitas untuk mencapai cita-cita setinggi-tingginya, para pedagang dan pelaku industri yang menggerakkan dan menghidupkan perekonomian kota, para keuchik yang membangun desanya, LSM, Swasta, Forkompinda, dan seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu namun memiliki peran tersendiri di dalam pembangunan Kota.
Kita semua patut berbangga, karena ada kontribusi kita dibalik kemajuan dan capaian Kota Banda Aceh di usia 810 tahun ini.
Tepat pada HUT Banda Aceh ke 810 ini, apa hal penting yang menjadi refleksi bagi warga Banda Aceh?
Perlu kita akui bahwa saat ini hampir disetiap segmen masyarakat mengalami krisis keteladanan dimana orang tua dan para pemimpin serta tokoh-tokoh dalam masyarakat tidak bisa menselaraskan antara perkataan dan perbuatannya. Padahal untuk dapat menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks serta ancaman pendangkalan aqidah sesungguhnya nilai keteladanan merupakan harga mati.
Keteladanan seperti apa?
Kita bisa melihat kondisi hari ini mulai dari rumah tangga, orang tua dalam mendidik anaknya cendrung menyerahkan sepenuhnya ke instutusi pendidikan. Mereka menginginkan anaknya shaleh dan shaleha, tapi merek tidak memberikan teladan. Semua kita boleh bicara apa saja, tapi tanpa keteladana akan sulit untuk melakukan perubahan yang lebih besar.
Kemudian Banda Aceh sudah mendeklarasikan ingin menjadi Banda Aceh sebagai model kota Madani, kota seperti apa yang diinginkan?
Iya Sejak tahun 2012 lalu Banda Aceh telah memberanikan diri menetapkan target menjadi model Kota Madani yang pembangunannya berlandaskan pada nilai-nilai Syariat Islam dengan berpedoman pada Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW. Kita ingin mewujudkan pembangunan kota cerdas yang modern, yang penduduknya beriman dan berakhlak mulia, menjaga persatuan dan kesatuan, toleran dalam perbedaan, taat hukum, dan memiliki ruang publik yang luas.
Konsep Madani juga mendorong keterlibatan masyarakat di dalam penyelenggaraan pembangunan, mampu bekerjasama
untuk menggapai tujuan bersama yang dicita-citakan sehingga tercipta pembangunan yang inklusif. Kemuliaan Kota Madani juga tercermin dari warga Kota Banda Aceh yang memiliki jati diri yang ramah, taat aturan, damai, sejahtera, harga diri tinggi, berbudaya, dan beradab.
Yang terakhir, apa kado paling indah yang ingin disampaikan tepat pada peringatan HUT ke 801 ini?
Iya Alhamdulilah kota Banda Aceh tepat pada HUT kali ini mendapatkan opini WTP atas laporan keuangannya dari BPK RI Perwakilan Aceh, ini tentu sangat bergengsi bagi kita, apalagi ini yang ketujuhkali berturut-turut. Tentu kita tidak boleh sombong dan lupa diri tapi terus berjuang dan berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, apalagi kedepan sisten akrual tentu akan menjadi tantangan sendiri bagi pemko Banda Aceh. Abi Qanita