Mengingat Kematian

Oleh :  H. Basri A. Bakar
Mengingat Kematian “Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya.” (QS. Qaaf: 19)
KEMATiAN atau ajal merupakan rahasia allah, tidak seorangpun yang tahu. Ketidaktahuan itulah justru membuat manusia lupa mengingatnya. Masih ketawa terbahak-bahak meskipun esok malaikat izrail menjemput ajalnya. Padahal yang paling dekat dengan seseorang adalah kematian.
Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah Bin Abbas r.a,  Rasullulah SAW bersabda yang artinya : “Bahwa malaikat maut memperhatikan wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika izrail datang melihat wajah seseorang, didapati orang itu ada yang sedang bergelak ketawa”.
Maka izrail berkata: “Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh allah taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih saja bergelak ketawa.” kebanyakan manusia tidak sadar bahwa dirinya selalu diperhatikan oleh malaikat maut, kecuali orang-orang saleh yang senantiasa mengingati mati. kalau 70 kali malaikat menziarahi setiap manusia dalam 24 jam, bermakna malaikat izrail  mengunjungi kita setiap 21 menit sekali. Umumnya manusia juga membuat perencanaan jangka panjang, seperti bagaimana setelah pensiun nanti, punya cucu atau sudah tua. Namun itu semua skenario manusia semata, justru yang berlaku adalah skenario Allah. Jangankan esok hari, sedetik kemudian pun belum ada jaminan bahwa umur masih milik kita.
Oleh karena itu mari kita selalu mengingat mati sehingga lebih bergairah dalam memperbanyak ibadah kepada allah dan meninggalkan apa yang dimurkai Nya