‘Ibadurrahman

Oleh H. Basri A. Bakar
“Dan adapun hambahamba Allah yang Maha Penyayang ialah orangorang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, maka mereka mengucapkan kara-kata yang baik”. (QS. Al Furqan : 63).
HAMBA-hamba Allah yang Maha Rahman (‘ibadurrahman), memiliki sifat dan karakteristik yang unik, sebagaimana disebutkan dalam AlQur’an (QS. Al-Furqan 63 – 76). Al-Qur’an menyebutkannya agar dijadikan ibrah dan diteladani oleh kita manusia, sehingga masuk ke dalam golongan ‘ibadurrahman tersebut.
Salah satu ciri ‘Ibadurrahnan adalah mereka senantiasa bertutur kata sopan dan tidak kasar, sehingga dengan lisahnta memhuat orang lain tersinggung dan terhina. Mereka rahu bahwa tutur kata merupakan cerminan dari jiwa seseorang. Orang yang baik, hanya akan melahirkan kata-kata yang baik, kendatipun ia berhadapan dengan orang yang sangat jahat dan kasar.
Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali berbicara dengan orang-orang jahil dan jahat tisakkah mudah. Mungkin yang lebih mudah adalah membalas kata-kata kotor dengan yang sepadan bahkan mudah terpancing emosi dan membalas perkataan kasar. Namun yang dituntut bagi ‘ibadurrahman adalah membalasnya dengan ungkapan yang baik dan bijak yang digambarkan Allah  dengan ungkapan Qaaluu salaama yaitu mengucapkan kata yang mengandung pengertian “salam” seperti santun, baik, benar dan menentramkan.
Rasulullah Muhammad SAW telah memberi teladan kepada kita dengan kelamahlembutan dan tutur kata yang santun. Salah satu riwayat disebutkan,  ketika ada seorang Arab Badui yang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata kasar, lalu kaum Muslimin marah dan ingin menghajarnya, namun hal itu dicegah oleh beliau. Beliau membalas sikap kasar itu dengan kasih sayang dan lemah lembut. Sungguh indah agama Islam yang kita anut.