Masjid Oman Dipadati Jamaah

Masjid yang dibangun pasca tsunami ini merupakan masjid bantuan atau hibah dari kesultanan Oman yang diresmikan pada tanggal 19 Mei 2009 oleh Alm Mawardy Nurdin yang merupakan walikota pada masa itu. Masjid Oman yang berlokasi di Jalan Muhammad Daud Beureueh kawasan Lamprit, Kota Banda Aceh ini sangatlah ramai dikunjungi oleh masyarakat Aceh selain Mesjid Baiturrahman Banda Aceh. Masjid ini berdiri tegak dua lantai serta memiliki dua menara yang menjulang tinggi.
Di dalamnya terdapat banyak kaligrafi yang cantik dan berwarna warni. Ditambah lagi dengan interior yang sangat artistik serta permadani yang selalu bersih dan memiliki corak yang menarik perhatian. Masjid ini setiap hari dan malamnya sangat ramai dikunjungi oleh jamaah untuk melaksanakan shalat maupun mendengarkan tausiyah atau sirah nabawiyah.
Malam hari, khususnya hari senin, rabu dan jum’at selalu diadakannya tausiyah atau sirah nabawiyah yang akhir-akhir ini sangatlah ramai dikunjungi dan didengar oleh masyarakat Aceh. Membludaknya minat masyarakat Aceh dalam mendengarkan tausiyah atau sirah nabawiyah ini membuat mesjid Oman mengadakan ceramah tausiyah atau sirah nabawiyah tersebut.
Menurut Putra Maulana Akbar salah seorang santri tahfiz di Masjid Oman mengatakan bahwa setiap malam senin dan rabu setelah melakukan shalat maqrib sampai menjelang shalat isya selalu diadakannya sirah nabawiyah atau tausiyah oleh ustadh Fachruddin Lahmuddin. Dan khusus pada malam jum’at, yaitu malam yang dinanti oleh masyarakat Aceh untuk mendengarkan tausiyah atau sirah nabawiyah yang dikaji oleh ustadh Mizajs.
Dimana beliau merupakan lulusan dari Mesir dan sekarang ingin melanjutkan gelar masternya, menurut putra dengan datangnya ustadh Mizajs, semua orang yang datang ketika shalat maqrib tidak langsung pulang terburu-buru, dikarenakan adanya pengisian tausiyah yang dilakukan oleh beliau. Masyarakat Aceh tertarik oleh ceramahnya dan selalu datang dengan rutin setiap malam jum’at. Dan dapat menambah wawasan serta ilmu agama secara mendalam lagi. Masyarakat Aceh sangat menyukai gaya bahasanya dan keunikan dari cerita-ceritanya, sehingga banyak masyarakat-masyarakat Aceh tertarik dan ingin mendengar ceramahnya, ujarnya.
Dan putra menambahkan bahwa tujuan diadakannya sirah nabawiyah tersebut yaitu supaya mengubah pola hidup masyarkat untuk senantiasa membudidayakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW dan memahami cara hidup sebagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW.
Selain itu untuk jamaah yang membawa kendaraan tidak usah khawatir dan takut karena masjid ini memiliki parkiran yang luas dan selalu dijaga oleh petugasnya. Setelah mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman, pastikan Anda juga mengunjungi masjid indah ini yaitu Masjid Agung Al Makmur yang berlokasi di Jalan Muhammad Daud Beureueh kawasan Lamprit, Kota Banda Aceh, pastinya bernuansa Oman dan memiliki rasa nyaman yang tidak bisa dibayangkan. nMuhammad Rinaldi.