Baitul mal Banda aceh Bantu alat kerja 46 Pemuda miskin

Gema-Banda AcehSebanyak 46 pemuda miskin dan putus sekolah di Banda Aceh mendapat bantuan peralatan kerja (toolkit) dari Baitul Mal Kota Banda Aceh. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis Walikota Banda Aceh di halaman kantor Baitul Mal Banda Aceh, Keudah Kutaraja, Selasa (12/5/).
Wali Kota Banda Aceh Hj.  Illiza  Sa’aduddin  Djamal SE, mengatakan apa yang telah dilaksanakan Baitul Mal Banda Aceh merupakan sebuah upaya serius Pemko Banda Aceh, dalam program memperkecil dan mengetaskan angka kemiskinan.
“Salah satunya melalui pelatihan kerja yang diberikan kepada anak putus sekolah dan berada dalam usia produktif agar nantinya mereka mampu keluar dari kemiskinan dengan skill yang mereka miliki,” kata Illiza dalam sambutan tertulis dibacakan, Drs M Ridha MM, Staf Ahli Bidang SDM dan Pembangunan Kota Banda Aceh.
Menurut Walikota, fungsi dan peran zakat memiliki visi jangka panjang, yakni peningkatan kualitas hidup umat Islam untuk kesejahteraan bersama. “Islam sangat konsisten dalam mengentaskan kemiskinan, yang kaya harus menyisihkan sebagian kecil hartanya untuk yang miskin dan golongan lainnya,”ujarnya.
Zakat dan kemandirian
Walikota mengimbau kepada seluruh warga Banda Aceh, untuk saling bahu-membahu mendukung pemerintah dalam usaha percepatan penanggulangan kemiskinan. Salah satu solusinya, kata dia adalah dengan cara membayar zakat di Baitul Mal Banda Aceh.
Ia menambahkan, dalam era globalisasi ke depan sangat banyak tantangan yang harus dihadapi tenaga kerja, terutama dalam menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Kepada para peserta yang telah ikut ktrampilan, ia juga meminta untuk terus meningkatkan profesionalitasnya.
“Persaingan akan sangat kompetitif, jika kita tak mampu meningkatkan daya saing, maka kita akan menjadi penonton di daerah sendiri. Manfaatkan bekal yang telah didapat baik teori maupun praktek serta bantuan toolkit ini dengan baik,” katanya.
“Mudah-mudahan dana zakat ini akan menumbuhkan semangat kemandirian dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mengurangi tingkat pengangguran di Kota Banda Aceh,”harap M Ridha yang juga mantan Kepala BPM Banda Aceh dalam membaca sambutan Walikota kemarin.
Kurangi penganguran
Sebelumnya, Kepala Baitul Mal Banda Aceh Tgk Safwani Zainun dalam sambutannya menjelaskan ke-46 peserta tersebut telah mengikuti pelatihan di Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Provinsi Aceh selama 2,5 bulan. Penyerahan Tool kit yang diserahkan hari ini merupakan ‘harta zakat’ dari para Muzakki di Kota Banda Aceh.
“Mudah-mudahan bantuan ini berguna untuk meningkatkan keterampilan hidup hingga bisa mandiri. Selain terus berusaha, jangan lupa berdoa. Doakan pula para Muzakki agar berkah rezekinya dan bertambah zakatnya, sehingga ke depan lebih banyak yang bisa kita latih,” tuturnya.
Soal pelatihan yang diberikan para pemuda tersebut, kata Safwani, sejak tiga tahun lalu memang telah menjadi program rutin pihaknya bekerjasama dengan BLKI Aceh dengan beragam jenis pelatihan. “Alumni pelatihan kita bahkan sudah ada yang lulus ke Jepang dan Korea,” ujarnya.
“Dengan setiap alumni pelatihan, kami terus menjalin komunikasi dan ke depan kami siap men-support. Progresnya harus ada setiap saat. Tujuan akhir kita adalah untuk menekan angka kemiskinan di Kota Banda Aceh,” harapnya.