Masjid Nyaman Tumbukan Semangat Shalat

SHAlAT merupakan amalan yang bakal diminta pertanggungjawabannya dari manusia saat di akhirat nanti. Dalam sebuah Hadits disebutkan dalam Islam, shalat lima adalah tiangnya agama. Jika tiang itu rubuh, maka bangunannya pun akan rubuh.
Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penopangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi no. 2616 dan Ibnu Majah no. 3973. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan).
Sebagai seorang muslim tentunya kita berkewajiban untuk mengajak atau paling tidak mengingatkan kepada sesama muslim yang lalai menunaikan shalat. Seseorang yang enggan melaksanakan shalat bisa disebabkan oleh banyak hal. Misalnya minimnya pengetahuan tentang urgensi dan manfaat shalat. Bahkan masih banyak yang tidak mengetahui tata cara dan bacaan shalat. Tentunya pada sisi ini harus banyak digencarkan pembinaan-pembinaan tentang shalat.
Tidak sedikit mereka yang sudah memahami tata cara dan bacaan shalat, tetapi enggan melaksanakan shalat. Mengingatkan seorang muslim yang lalai shalat tentunya tidak hanya sekadar memberitahu ancaman di akhirat bagi orang-orang yang tidak shalat saja. Dibutuhkan formula agar mereka termotivasi untuk melaksanakan shalat.
Bagi orang-orang awam mungkin masih banyak yang berfikir manfaat apa yang didapat dirinya ketika melaksanakan shalat. Program yang dilakukan Masjid Jogokariyan, Jogjakarta nampaknya bisa menjadi contoh dalam memberikan stimulus masyarakat untuk mendirikan shalat.
Di masjid Jogokariyan rutin digelar program umrah gratis bagi jamaah yang rajin shalat berjamaah. Tercatat ratusan jamaah mengikuti program ini. Setiap tahun masjid ini memberangkatkan empat jamaah terpilih ke Tanah Suci. Meski program umrah gratis ini menuai kritik, namun pengurus masjid Jogokariyan mengabaikannya.
Pengurus masjid berkeyakinan bahwa memberi hadiah untuk tujuan kebaikan tak ada salahnya. Tentang motivasi dan keikhlasan orang dalam beribadah, seorang pengurus Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir mengatakan, “Orang masuk surga terpaksa itu lebih baik daripada masuk neraka ikhlas.”
Fasilitas masjid
Setiap selesai shalat Subuh, masjid Jogokariyan menyediakan teh manis dan kopi panas gratis untuk para jamaah. Tak hanya itu, bila jamaah masjid ini kehilangan sandal atau alas kaki, maka pengurus akan menggantinya dengan alas kaki baru yang bermerek sama. Program-program yang digulirkan Masjid Jogokariyan terbukti efektif dalam mendorong masyarakat untuk shalat di masjid.
Fasilitas masjid guna memberi kenyamanan para jamaah ini patut diperhatikan banyak pihak. Masjid yang toiletnya bersih, wangi tentunya akan disukai para jamaah. Bisa jadi seorang enggan shalat berjamaah di masjid karena toilet masjidnya kotor dan bau. Belum lagi karpet masjidnya yang terkadang lusuh dan berdebu.
Pemerintah Aceh sebagai provinsi yang melaksanakan syariat Islam tentunya diharapkan memperhatikan fasilitas masjid-masjid di seluruh Aceh. Ketersediaan perpustakaan, karpet yang empuk dan wangi, kamar mandi yang bersih, koneksi jaringan internet, ruangan ber-AC sudah selayaknya menjadi fasilitas standar di masjid-masjid. Ketika masjid berubah menjadi tempat yang nyaman layaknya hotel berbintang, maka ini sedikit banyak akan memotivasi masyarakat sekitar masjid untuk melaksanakan shalat di masjid. Semoga! (Ibnu Syafaat)