Israk Mi’raj Peristiwa Terbesar Umat Manusia

Prof. Dr. Mustanir Yahya, Dekan Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry
Isra mi’raj merupakan dua peristiwa sejarah terbesar selama perkembangan umat manusia yang terjadi bersamaan. Nabi Muhammad yang ditemani Jibril berangkat dari Masjidil Haram di Mekkah menuju  Masjidil Aqsa di Yerussalam. Kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Di akhir perjalanan, Muhammad menerima perintah shalat lima waktu dari Allah.
Kenderaan yang digunakan dalam perjalanan ini bernama Buraq. Tidak ada satu kenderaan pun yang mampu menempuh jarah yang sangat jauh dalam sekejab saja seperti Buraq. Namun, kaum Quraisy menyangkal perjalanan rasulullah ini. Akan tetapi, dalam al-Quran surat AlIsra ayat 1 Allah menjelas kan kebenaran perjalanan Muhammad.
Dekan Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Prof. Dr. Mustanir Yahya mengatakan, peristiwa keberangkatan nabi melakukan isra mi’raj sangat logis. Manusia bisa melakukan hal seperti itu jika sudah berpindah dimensi. Berikut wawancara wartawan Gema Baiturrahman Zulfurqan dengan Mustanir.
Dilihat dari sisi ilmu pengetahuan, pandangan terhadap peristiwa isra mi’raj bagaimana?
Berpikir gampang sangat mudah terjadi (isra mi’raj). Sekarang, ada pengembangan pesawat yang melebihi kecepatan suara. Jika saat ini ada peristiwa pesawat berkecepatan cahaya, maka peristiwa isra mi’raj sangat mungkin terjadi. Contohnya lagi pengiriman pesan elektronik, pesan itu dapat dikirim ke manapun dengan sangat cepat. Dapat kita pahami juga, segala sesuatu dapat dikirim. Termasuk mengirim orang ke mana gitu.
Teleportasi namanya. Peristiwa isra mi’raj, apakah ada bukti konkret yang bisa kita sampaikan kepada masyarakat, atau kita cukup meyakininya saja dengan dalil dalam al-Quran?
Kita harus meyakini juga berdasarkan dalil dalam al-Quran. Kita iman dulu itu harus. Kemudian baru mencari tahu melalui pendekatan-pendekatan ilmiah. Apakah mungkin atau tidak mungkin. Sekarang kita melihat sangat mungkin. Orang sering bercerita perbedaan dimensi. Misalnya dimensi semut dengan dimensi manusia. Semut jika bergerak dalam jarak pendek membutuhkan waktu yang lama. Tapi ketika semut masuk dalam dimensi kita, naik mobil dengan kita, naik pesawat dengan kita. Perjalan semut jadi sangat cepat. Rasulullah ketika melakukan isra mi’raj berpindah dimensi.
Apa hikmah bagi dunia ilmu pengetahuan?
Ini mendorong kita bahwa masih banyak hal yang belum bisa kita telaah. Sehingga menjadi teka-teki hari ini. Tapi suatu saat kan bukan teka-teki lagi. Bisa menjadi mungkin. Sama saja ketika rasulullah ditanyai oleh kaum Quraisy. Coba ceritakan bagaimana kondisi Masjidil Aqsa. Rasulullah kan diberi tayangan oleh Allah berapa jumlah kubahnya, tiangnya. Seharusnya pada saat itu kan tidak mempunyai bayangan jika tidak pergi ke sana. Tapi sekarang kita kan sangat mudah membayangkan sesuatu, kita bisa telekonferen. Waktu saat ini kita bisa melihat bagaimana di Amerika dan berbicara dengan orang Afrika. Dulu kan tidak masuk akal. Sekarang sangat masuk akal.
Ada kejadian dalam al-Quran selain peristiwa isra mi’raj, apakah kita perlu membuktikannya secara ilmiah?
Saya melihat itu menjadi bagian ayat-ayat qauliah. Bahkan ayat qauniah pun disuruh oleh Allah untuk mendalaminya. Karena kita sebagai khalifatullah, kita harus mencari tahu ada apa di balik itu semua. Itu ada manfaat bagi kemakmuran di bumi ini. Kita harus yakin semua ciptaan Allah pasti ada hikmahnya.