Jahiliyah Modern

oleh: Gema juMAT, 29 Mei 2015 H. Basri A. Bakar
Jahiliyah Modern “Apakah mereka menghendaki hukum jahiliyah? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS. al-Maidah : 50).
MEnuruT Muhammad Quthb dalam bukunya ‘Jahiliyatul Qarnil ‘Isyrin’ (Jahiliyah Abad 20), jahiliyah modern merupakan miniatur dari segala bentuk kejahiliyahan masa silam dengan tambahan asesoris di sana-sini sesuai dengan perkembangan zaman. Sikap jahiliyah modern tidak timbul secara mendadak melainkan telah melalui kurun waktu panjang.
Dewasa ini kita hidup di era jahiliyah materialis yang dengan segala gerakan dan adat istiadatnya telah jauh dari tatanan syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Nilai-nilai agama dan keruhaniannya telah dicampakkan begitu saja. Akibatnya, kerusakan dan kebobrokan moral dan etika melanda kebanyakan manusia akhir-akhir ini.
Kejahiliyahan identik dengan hawa nafsu. Manusia yang hidup mengikuti dorongan hawa nafsu semata dan tidak mau mematuhi apa yang ditentukan Allah, mereka itulah manusia yang berada dalam kejahiliyahan. Satu-satunya yang membuat seseorang menjadi manusia jahiliyah adalah penolakan mereka terhadap hidayah Ilahi. Dengan demikian, bukan hanya orangorang Arab pra-Islam saja yang berada dalam suasana kejahiliyahan, melainkan juga setiap masyarakat yang hidupnya menyimpang dari tuntunan hidayah dan menuruti hawa nafsu saja termasuk zaman modern sekarang ini.
Memang kita sadar bahwa zaman jahiliyah modern ini berkembang begitu pesat karena didukung dengan adanya media dan perangkat penyebar informasi canggih yang setiap saat siap menyebarkan ‘kuman-kuman’ perusak akhlak yang mampu bergerak melebihi kecepatan sinar dan menerobos masuk ke rumah-rumah bahkan menyelinap ke kamar-kamar tidur melalui layar kaca (televisi) yang sasarannya adalah generasi muda kita.