MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK HARI KIAMAT

Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA
Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman
Katakanlah (Muhammad). “ Aku benar-benar takut azab hari yang besar (Hari Kiamat) jika aku mendurhakai Tuhanku;. Barang Siapa dijauhkan dari azab atas dirinya pada hari itu, maka sungguh, Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata.Surat al-Anam ayat 15-16.
Ayat ini menerangkan tentang bagaimana Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad bahwa meskipun beliau sebagai seorang nabi dan rasul, tapi masih ditegaskan kepada beliau bahwa ada suatu hari yang perlu ditakuti, yaitu hari kiamat, karena hari kiamat adalah hari di mana tidak ada penolongpun, kecuali amal dan ibadah kita.
Bagaimana dengan kita? apakah kita benar-benar takut kepada hari kiamat? Berapa banyak Allah menegaskan bahwa kiamat itu benar-benar ada? Puluhan ayat, bahkan mungkin lebih dari seratus yang menyatakan bahwa kiamat amatlah dahsyat. Tidak ada suatu fenomena yang sebanding dengan kiamat, baik itu dari kengeriannya, gemuruhnya, keguncangannya, yang menyebabkan tak ada orang lain yang dapat memikirkan hal lain, karena begitu dahsyatnya hari kiamat.
Namun Allah menegaskan bahwa barang siapa yang dapat menghindarkan diri dari azab Allah pada hari itu, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kasih sayang dan rahmat Allah. Itulah kemenangan yang sesungguhnya. Lalu bagaimanakah kita mendapatkan kemenangan itu? Allah dalam ayat al-Qur’an memberikan syarat-syarat bagi orang yang diberi kemenangan dengan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Keimanan dan ketaqwaan yang harus dibina. Menjaga diri dan keluarga, menjaga agama, menjaga syariat dan menjauhi maksiat dan sebagainya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita di dunia ini, apakah ada yang benar-benar memikirkan hari kiamat? Sungguh seandainya semua orang memikirkan hari kiamat, maka tidak akan loba dan tamak terhadap kehidupan dunia, mereka tidak akan menumpuk-numpuk harta dan bersenang-senang di punggung bumi ini. Mereka pasti akan mempersiapkan amal yang akan mengarahkan dirinya pada kemenangan di hari kiamat.
Demikianlah kemenangan yang nyata. Kemenangan dunia, seperti kemapanan ekonomi, kemapanan kedudukan, kemapanan strata sosial, bukanlah jaminan bahwa pada hari kiamat akan menjadi mudah. Melainkan kemenangan yang nyata adalah orang-orang yang betul-betul mempersiapkan dirinya untuk menghadapi hari kiamat. Demikianlah seyogyanya kaum beriman meneladani syariat Allah dan sunnah Rasul-Nya agar diselamatkan pada hari tersebut. Wallahu musta’an.