Memuliakan Khadam Masjid Raya

Irnanda, SE, Pimpinan Rumah Makan Al-Hidayat
“Jangan tulis,” pesan Ibu tiga putri ini. Kamis siang (28/5), Gema mengorek kebiasaan baik pemilik nama lengkap Irnanda, SE. selaku pimpinan Rumah Makan Al Hidayat Neusu Aceh, Banda Aceh. Kebiasaan yang Gema anggap layak diketahui pembaca dan jamaah adalah secara rutin bersedekah sebanyak 70 bungkus nasi gurih bagi pengurus dan khadam Masjid Raya Baiturrahman pada Hari Raya Idul Fithri dan Idul Adha. Tentu saja hidangan yang dibagikan dan disantap setelah pengurus dan khadam selesai melaksanakan tugas menjadi istimewa karena pada saat itu para pedagang makanan dan lainnya belum melayani pelanggan. Putri Tgk. Bustamam ini tidak ingin pahala bersedekah tersebut menjadi berkurang apabila disiarkan.
Kebiasaan baik yang dilakukan ibunya, Hj. Cut Sitti Safiah (almarhumah) selaku pendiri rumah makan dengan menu khas Aceh sejak lama ini  layak ditiru. RM Al Hidayat masih membuka usaha di Jl. T. Cut Ali Kampung Baru persis di hadapan masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu. “Mama berpesan untuk selalu menghidangkan makanan bagi pengurus dan khadam Masjid Raya Baiturrahman yang bertugas pada hari raya,” kata Nanda, panggilan akrabnya.
Walau amanah ibu terasa berat, namun tetap ditunaikan juga. Betapa tidak, pada hari besar Islam itu kar yawannya yang berjumlah 14 orang libur untuk berlebaran di kampung halaman masing-masing.  Untuk memenuhi amanah ibunya itu, sarjana ekonomi ini dibantu suaminya, Agussalim dan ketiga anaknya yang masih kecil, Nafila (16 th), Atika (12 th dan Alisha (8 th). “Bila sudah siap kami antar  ke Masjid Raya lalu bersiap untuk shalat Id di masjid atau pun Lapangan Blang Padang,” tambahnya.
Rumah Makan Al Hidayat bagi warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar merupakan asset kuliner khas Aceh. Sejumlah piagam penghargaan dan piala banyak diraih rumah makan yang berdiri sejak 1963 itu. Terakhir, RM  Al Hidayat dinobatkan sebagai peraih “Pelayanan Terbaik 2014” oleh Dinas Pariwisata Aceh.
Karenanya tidak berlebihan, sejumlah wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara direkomendasikan oleh biro perjalanan untuk bersantap siang atau malam di rumah makan khas Aceh yang menyajikan menu utama ayam goreng kampung, ayam gulai, sie rebuh, gulai kambing dan aneka jenis minuman. Untuk memuaskan pelanggannya, rumah makan dibuka sejak pukul 06.30 Wib dan tutup pada 22.30 Wib.
“Sejak pagi kami buka dengan menu sarapan pagi,” jelas Nanda. Agar masakan dan makanan dapat dihidangkan tepat waktu, memondokkan karyawannya di tempat usaha sekaligus sebagai tempat  tinggal keluarga perempuan kelahiran Banda Aceh, 18 Agustus 1970 ini. “Seluruh juru masak dan karyawan bertempat tinggal di sini,” ungkapnya. Setidaknya pelayanan pemondokan cuma-cuma telah membantu karyawannya berhemat akan biaya akomodasi sebaliknya karyawan lebih ikhlas dalam bekerja.
Dalam memuaskan pelanggan, RM Al Hidayat selalu menyediakan bahan makanan segar. Masakan dan makanan selalu dihabiskan dalam hari yang sama. Apabila makanan masih ada dan dalam keadaan baik itu akan diantar ke panti asuhan atau panti jompo.  Subhanallah. Semoga kebaikan dan rezeki selalu bertambah. (NA RIYA ISON.)