BKPRMI

Oleh Sayed Muhammad Husen
BADAn Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) yang bangkit sejak 1977 adalah jaringan pemuda remaja masjid terkuat di negeri ini. Dalam wadah ini berhimpun Organisasi Remaja Masjid dan personal yang terikat hatinya dengan masjid dan mantan aktivis kampus. BKPRMI memiliki kepengurusan dan fungsionaris tingkat pusat di Jakarta hingga basis masjid paling bawah di Indonesia.
Dari segi segmen pemuda dan remaja yang berhimpun dalam BKPRMI dapat dipahami, bahwa  organisasi ini mengorganisir potensi pemuda remaja muslim dengan basis masjid untuk berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Islam di Indonesia. Dalam rumusan BKPRMI disebut dengan masyarakat marhamah.
BKPRMI di Aceh telah menyebar hingga seluruh Aceh, tapi baru pada tingkat kabupaten/kota, belum membasis hingga tingkat kecamatan, kemukiman dan gampong-gampong. Itulah tantangan yang harus dihadapi BKPRMI Aceh: bagaimana memperkuat pengurus BKPRMI hingga ke 6000-an masjid seluruh Aceh.
Satu program unggulan BKPRMI yang dapat dijadikan pintu masuk pengembangan BKPRMI ke seluruh Aceh adalah kegiatan Perkampungan Pemuda Remaja Masjid, yang di Aceh mulai dirintis sejak 1999 di Sabang. tahun ini, perkampungan itu berlangsung di Aceh Barat dengan sedikit perluasan cakupan peserta, sehingga menjadi Perkampungan Kerja Remaja Masjid dan Santri (PKRMS). Perluasan peserta ini tentu disertai filosofi dan konsekuensi tersendiri.
Dalam pandangan kita, alumni PKRMS yang berasal dari Remaja Masjid, dayah/pesantren dan BKPRMI seluruh Aceh, dapat berkontribusi dalam membentuk, mengaktifkan dan mengembangan Remaja Masjid dan BKPRMI seluruh Aceh. Sehingga, pada waktunya –misalnya sepuluh tahun—yang akan datang keberadaan BKPRMI akan lebih dirasakan manfaatnya oleh musyarakat Aceh.
Salah satu manfaat yang diharapkan masyarakat Aceh adalah, bagaimana BKPRMI dapat memformusasikan lebih konkret konsep masyarakat Islam. Sehingga, miniatur kampung Islam yang dipraktekkan pada PKRMS dapat menjadi inspirasi bagi islamisasi masyarakat Aceh. Apabila hal ini dapat dilakukan BKPRMI Aceh, maka akan terlihat karya nyata pemuda remaja masjid, santri dan BPPD (Badan Pembinaan Pendidikan Dayah) dalam mengimplementasikan syariat Islam kaffah.
Kita tak berharap, PKRMS tak terjebak rutinitas dan hanya realisasi kerjasama masyarakat sipil dengan negara. Bukan semata karena proyek kemitraan BKPRMI dengan BPPD Aceh.