Gubernur Dijadwalkan Lantik Wakil Bupati Abdya

Blang Pidie (Gema) – Gubernur Aceh Zaini Abdullah dijawadwalkan akan melantik Erwanto menjadi Wakil Bupati Aceh Barat Daya pada 8 Juni 2015 mengantikan yusrizal Razali yang meninggal dunia pada 27 Juni 2014.
Informasi pelantikan tersebut pertama kali disampaikan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, Zal Supran.
Menurut Zal Supran, sesuai dengan kawat Gubernur Aceh Nomor 132.11/13301 tangal 29 Mei 2015, pelantikan Wakil Bupati Abdya sisa masa jabatan 2012-2017 dilaksanakan Senin8 Juni 2015.
“Pengambilan sumpah dan pelantikan akan dilaksanakan dalam rapat paripurna istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat Daya yang dilantik oleh Gubernur Aceh,” kata Supran.
Zal Supran menjelaskan, Erwanto dilantik menjadi wakil Bupati Aceh Barat Daya setelah terpilih dalam pemilihan calon Wakil Bupati Aceh Barat Daya sisa masa jabatan 2012-2017 dalam sidang paripurna DPRK 13 April 2015.
Dari jumlah 25 orang anggota DPRK Aceh Barat Daya yang melakukan pemilihan wabup, Erwanto meraih suara 21 suara dan rivalnya tM Kamaluddin 4 suara.
Instruksi gubernur Sementara Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal mengatakan, pemberlakuan jam malam bagi perempuan di Banda Aceh merupakan instruksi Gubernur Aceh.
“Jam malam bagi perempuan ini merupakan instruksi Gubernur Aceh, bukan perintah Wali Kota Banda Aceh,” tegas Hj Illiza.
Ia mengatakan, instruksi tersebut disampaikan kepada seluruh bupati/ wali kota se Aceh. Artinya, jam malam bagi perempuan ini bukan hanya berlaku di Banda Aceh Aceh, tetapi di seluruh Aceh.
Menurut Wali Kota, dalam instruksi tersebut disebutkan larangan bagi perempuan keluar rumah bersama laki-laki bukan muhrimnya. Larangan ini berlaku mulai pukul 22.00 WIB.
“Jadi apa yang marak di media sosial yang menyebutkan jam malam bagi perempuan ini merupakan perintah Wali Kota Banda Aceh adalah salah. Mereka hanya memahami sepotongsepotong,” ketus Hj Illiza.
Untuk di Kota Banda Aceh, sebutnya, instruksi tersebut disesuaikan dengan kondisi sebagai ibu kota provinsi. Dimana jam malam ini diperpanjang, tapi khusus bagi pekerja kafe, warung kopi, pusat perbelanjaan dan lainnya.
“Mereka ini diperbolehkan hingga pukul 11 malam. Dan ini disesuaikan dengan aturan ketenagakerjaan. Jika ada mempekerjakan lewat jam 11, bisa dicabut izinnya,” kata Wali Kota.
Wali Kota Banda Aceh menegaskan pemerintah kota tidak akan mengatur hal-hal yang tidak adil. Namun begitu, pemerintah kota juga melihat aturanaturan jam kerja malam bagi perempuan.
“Pemerintah kota terus berupaya melindungi pekerja perempuan. Mereka hanya boleh bekerja hingga pukul 11 malam. Dan ini ditegaskan dalam setiap perizinan. Kalau ini dilanggar, tentu izinnya dicabut,” demikian Hj Illiza. (Sayed/ Suprian/Haris/Antara)