Sosialisasi SOP Zakat Baitul Mal Kota Kumpulkan Keuchik Se-Banda Aceh

Memasuki Bulan Ramadhan 1436 H, Baitul Mal Kota Banda Aceh mengumpulkan para Keuchik se-Kota Banda Aceh dalam rangka memberi pemahaman tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) Pendataan dan Penyaluran Zakat. Kegiatan ini dibuka Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal, SE, di Lantai II Gedung C, Komplek Balai Kota Banda Aceh, Senin (1/6).
Walikota Banda Aceh dalam sambutannya mengingatkan para Geuchik di seluruh Kota Banda Aceh, tidak menganggap persoalan pendataandan dan penyaluran zakat selama ini merupakan persoalan sederhana, namun zakat merupakan pilar ketiga dalam Islam.
“Selaku pemimpin terdepan di masyarakat, pak Keuchik harus benarbenar memberi data para mustahik (penerima zakat) yang valid di gampong yang dipimpinnya,”kata Illiza di hadapan puluhan Keuchik yang hadir pada acara sosialisasi SOP Zakat Baitul Mal Kota kemarin.
Kepada para Keuchik, Walikota juga meminta untuk selalu meng-update kondisi fakir dan miskin yang berada di setiap gampong di Banda Aceh. “Jangan setiap ada pendataan dan penyaluran zakat, semua mengaku jadi fakir miskin. Jadi, SOP ini penting bagi kita semua, agar lebih amanah dalam menjalankan program zakat,” paparnya.
Ia menambahkan, apalagi beberapa hari kedepan akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan, para perangkat gampong juga tidak segan-segan untuk melaporkan kepada dirinya, tentang kesiapan masing-masing gampong yang dipimpinnya, mulai kesiapan warga, masjid, dan mushalla.
“Menjelang bulan Ramadhan ini, saya minta pak Keuchik tidak perlu ragu melaporkan situasi dan kesiapan setiap gampong sehingga, warga kota Banda Aceh benar-benar dapat beribadah dengan baik ketika sudah berada di Bulan Ramadhan.
Bukan Persoalan Sederhana
Pada kesempatan itu, Illiza saat membuka kegiatan ini juga menegaskan bahwa zakat bukanlah persoalan sederhana. Menurut Illiza, zakat akan mensucikan pemiliknya di hadapan Allah.
Dalam kesempatan tersebut, Illiza meminta Keuchik harus selalu update dan terus mengevaluasi para penyalur dan penerima zakat di gampongnya masing-masing. “Ada penerima yang terus dibantu setiap tahun tapi tidak pernah sejahtera. Kenapa? Harus dievaluasi, apakah dia malas atau seperti apa,” ujar Illiza.
Kepada masyarakat, Keuchik juga harus terus memberikan motivasi dan mendorong mental masyarakat untuk tidak selalu menjadi penerima zakat.
“Mindset masayarakat kita harus diubah, jangan ketika ada penyaluran zakat, masyarakat kita lebih memilih menjadi orang miskin untuk mendapatkan zakat,” Penerima zakat) yang valid di gampong yang dipimpinnya,”kata Illiza di hadapan puluhan Keuchik yang hadir pada acara sosialisasi SOP Zakat Baitul Mal Kota kemarin. Kepada para Keuchik, Walikota juga meminta untuk selalu meng-update kondisi fakir dan miskin yang berada di setiap gampong di Banda Aceh. “Jangan setiap ada pendataan dan penyaluran zakat, semua mengaku jadi fakir miskin. Jadi, SOP ini penting bagi kita semua, agar lebih amanah dalam menjalankan program zakat,” paparnya.
Ia menambahkan, apalagi beberapa hari kedepan akan menyambut datangnya bulan suci ramadhan, para perangkat gampong juga tidak segan-segan untuk melaporkan kepada dirinya, tentang kesiapan masing-masing gampong yang paparnya.
Terkait dengan SOP, Illiza menilai merupakan sebuah hal yang sangat penting dan para Keuchik diminta untuk benar-benar menguasai untuk kemudian memiliki sinergitas antara Gampong dan Baitul Mal, baik dalam hal data maupun program.
“Keuchik harus kuasai SOP ini, kalau ada yang kurang ngerti nanti kita minta Baitul Mal menurunkan pendamping ke gampong,” kata Illiza.
Dukungan Gampong
Sebelumnya, Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, tgk Safwani Zainun dalam sambutannya mengharapkan pihak Keuchik di Gamponggampong di Kota Banda Aceh, agar dapat membangun komunikasi intensif dengan Baitul Mal Kota dalam laporan pengelolaan zakat mal dan Zakat Fitrah setiap tahunnya.
“Hasil penelitian selama ini potensi zakat di Banda Aceh dari berbagai sektor sebesar Rp68 miliar. Kami butuh dukungan dan laporan dari para Geuchik untuk lebih amanah dan transparan dalam pengelolaannnya,”ungkap tgk Safwani.
Dalam kesempatan ini, Safwani juga menyebutkan sebenarnya potensi zakat di Banda Aceh mencapai sebanyak itu dalam setahun. Namun yang mampu dikumpulkan baitul Mal baru Rp. 15 M.
“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama, bagaimana kita harus mampu memberikan pemahaman dan mendorong agar masyarakat sadar zakat dan menyerahkan zakatnya ke Baitul Mal untuk kemudian dapat dinikmati oleh fakir miskin di Banda Aceh,” ujar safwani.
Safwani berharap, dari kegiatan ini akan melahirkan rujukan bersama dan menemukan solusi terhadap kendala-kendala yang ada.
Acara Sosialisasi SOP pendataan dan penyaluran Zakat Baitul Mal Banda Aceh kemarin berlangsung setangah hari, setelah dibuka oleh Walikota Banda Aceh, dilanjutkan dengan Pemateri Oleh Kepala Baitul Mal Banda Aceh, tgk Safwani Zainun dan Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, tgk Husaini yusuf, SHI.
Kegiatan sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) pendataan dan penyaluran zakat Baitul Mal ini, diikuti oleh Sebanyak 90 Keuchik dalam wilayah Kota Banda Aceh. Kegiatan diawali pembukaan langsung oleh Walikota Banda Aceh ini dimaksudkan untuk adanya sinkronisasi dalam hal pendataan dan penyaluran yang dimiliki gampong sama dengan data yang ada di Baitul Mal.(adv)