ALLAH MAHA KUASA, BIJAKSANA DAN MAHA MENGETAHUI

Allah Mohammad Muslim Eid ramadan kareem symbol, fir flame icon logo illustration

Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail, MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)
Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Anam ayat 18).
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menyatakan diri-Nyalah yang menyerahkan semua bentuk kehidupan di dunia, alam ghaib dan semua makhluk ciptaan-Nya. Semua orang yang perkasa, semua orang yang hebat, semua orang yang mempunyai pengaruh dan memiliki kelebihan dari makhluk-makhluk lainnya, hanya kepadalah semua wajah tunduk. Segala sesuatu di bawah kekuasaanNya. Ketundukan itu karena keagungan, kebesaran, ketinggian dan kekuasaan-Nya serta kecil-lah segala sesuatu di hadapan-Nya, semuanya berada di bawah kekuasaan dan hukum-Nya.
Kekuasaan manusia terbatas, apakah itu sebagai pejabat, presiden, pemimpin, pemerintah dan sebagainya. Juga kekuasaan manusia itu terbatas terhadap orang-orang yang berada di bawah kekuasaan-Nya. Namun Allah adalah Dzat yang memiliki kekuasaan mutlak, tak terbatas dan tak ada kekuasaan yang menyaingi atau menyerupai kekuasaanNya tersebut.
Demikian juga, bahwa Allah maha bijaksana dalam perbuatan-Nya dan segala sesuatu yang pada tempat dan kedudukannya masingmasing. Karena itu Dia tidak memberi kecuali kepada yang berhak dan tidak mencegah kecuali terhadap orang yang berhak untuk dicegah. Berbeda dengan ‘kebijaksanaan’ manusia. Manusia kadang-kadang hanya bijaksana pada suatu sisi, namun tidak bijaksana pada sisi yang lain. Kebijaksanaan manusia, khususnya pada manusia yang memiliki kekuasaan itu biasanya terhadap hal-hal yang tidak memiliki sangkut paut dengan dirinya, kekuasaan dan kepentingannya. Namun jika suatu peristiwa menyangkut dengan dirinya, kekuasaan dan kepentingannya, seringkali kebijaksanaan manusia tersebut akan berubah dan akan hilang. Seharusnya Sifat kebijaksanaan yang ada pada Allah dijadikan sebagai contoh tauladan manusia dalam menjalankan amanah-Nya sebagai pemimpin di muka bumi.
Kekuasaan manusia akan hilang seiring ajal datang, kebijaksanaan manusia akan dipertanyakan, jika terdapat masalah yang menyangkut dengan kepentingannya, serta pengetahuan manusia terbatas pada hal-hal tertentu saja. Tetapi, kekuasaan Allah di atas segala-galanya, kebijaksanaan Allah tak perlu diragukan dan pengetahuan Allah meliputi segala makhlukNya di langit dan di bumi,  tetapi Allah tidak sewenang-wenang. Segala tindakan Allah adalah yang terbaik dan Allah mengetahui apa yang diperbuat manusia dan kemudian Allah membalas sesuai dengan perbuatan mereka.
Ramadhan akan menjelang, berangkat dari ayat di atas, hendaklah kita jika berkuasa, luruslah dalam berkuasa, jika dituntut bijaksana, maka bijaksanalah dalam semua sisi, dan jika berilmu, hendaklah tawadhu’ dan terus  menambah ilmu pengetahuan dalam bulan suci Ramadhan, sebagai amalan tambahan di samping amalan puasa yang wajib kita jalani. Allahu musta’aan.