8 Mei 2020

Kedermawanan dan Kerelawanan Bukan Panggung Populeritas

Sayed Muhammad Husen

JUM’AT, 8 MEI 2020

oleh : Sayed Muhammad Husen

Puasa Ramadhan adalah bulan menempa dan mengasah kita untuk lebih banyak lagi bersedekah atau berbagi. Pada bulan ini, kita lebih mampu merasakan penderitaan, rasa haus dan lapar. Lebih bisa menghayati ketidakcukupan yang dialami kaum fakir miskin. Rasulullah SAW telah menunjukkan keteladan beliau, yang lebih mudah dan banyak bersedekah pada bulan Ramadhan.

Faktor lain yang mendorong kita berbagi dan bersedekah adalah maraknya motivasi dan penggalangan donasi yang dilakukan oleh berbagai badan filantropi. Ini memang kegiatan tahunan lembaga zakat, yang mengintensifkan penghimpunan zakat, donasi dan dana kemanusiaan lainnya. Biasanya zakat yang terhimpun selama Ramadhan mencapai 80% dari total zakat yang terhimpun setahun.

Apalagi Ramadhan tahun ini kita berada di tengah krisis pendemi Covid-19, yang mengharuskan berbagai kalangan aktif berbagi dan peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19. Bahkan MUI menfatwakan zakat dibayar lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga dana yang terhimpun dapat disalurkan lebil awal untuk meringankan beban masyarakat kelas bawah muslim.

Negara juga membuat kebijakan anggaran yang berpihak fakir miskin, pengangguran dan yang terdampak Covid-19, namun semua itu tak cukup memadai memenuhi kebutuhan anggaran yang besar. Masih diperlukan partisipasi dunia usaha dan masyarakat untuk membantu warga bangsa yang berada di tengah krisis sosial, kesehatan dan ekonomi ini. Salah satu sumber dana potensial yang diharapkan adalah zakat, infak dan donasi kaum muslim.

Masalah berikutnya bagaimana kita mengkoordinasikan dan membangun sinergi dalam menghimpun dan mendistribusikan dana. Semua pihak tampil bagaikan pahlawan dan publikasi yang mencolok, namun disisi lain kita membaca dan mendengarkan keluhan terbatasnya akses terhadap bantuan. Masih banyak yang mengaku tak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari.

Karena itu, diperlukan pembagian tanggungjawab, koordinasi dan sinergi yang baik antar komponen bangsa untuk memastikan kaum fakir miskin terlayani kebutuhannya di tengah puasa Ramadhan dan Covid-19. Tidak etis rasanya kedermawanan dan kerelawanan kita gunakan sebagai panggung populeritas, sementara keikhlasan dan problem solving kita kesampingkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *