Tak Usah Panik

GEMA JUMAT, 6 MARET 2020

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD kembali mengingatkan agar masyarakat tidak panik menyusul dua orang warga Depok yang positif terjangkit virus COVID-19 atau Corona. Menurut Mahfud tingkat kematian Corona kecil.

“Saya imbau agar virus Corona tidak membuat kita panik, karena itu penyakit seperti yang lain, yang sebenarnya tingkat kematiannya kecil dibandingkan penyakit lain. Flu biasa itu lebih banyak korbannya yang meninggal. Bahkan, penyakit paru-paru 50 kali lebih banyak dari ini kan (virus Corona),” kata Mahfud, (Republika.co.id, 5/3/2020).

Mahfud menegaskan, aparat kepolisian akan menindak tegas masyarakat yang mengambil keuntungan dari isu Corona ini, yakni dengan melakukan penimbunan barang seperti masker dan lainnya.

“Pemerintah sudah menyatakan bisa dianggap kejahatan ekonomi subversi di bidang ekonomi kalau orang menimbun barang, melakukan rush dan sebagainya untuk ambil keuntungan dari isu ini,” katanya.

Oleh karena itu, aparat kepolisian bisa bertindak bagi masyarakat yang tidak jelas dengan tiba-tiba memborong barang kemudian dijual dengan harga sangat mahal. “Polisi akan mencari pasal-pasal pidananya,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini kembali menegaskan bahwa pemerintah siap menghadapi Corona dan sudah memiliki peralatan dan dokter yang diperlukan. “Jadi, jangan takut untuk Corona ini. Kita hadapi secara wajar saja. Gitu saja,” ujar Mahfud.

Kita melihat banyak komponen bangsa ikut menenangkan situasi atas ancaman virus Corona, termasuk MUI, DMI, dan Ormas Islam lainnya. Masyarakat pun dapat mulai dapat menerima dampak sementara keadaan ini, misalnya ada yang tertunda berangkat umrah. Warga diimbau tetap memperhatikan gaya hidup sehat, menjalankan ibadah dan tidak panik.

Namun demikian, kita tetap mengingatkan tanggungjawab besar negara terhadap perlindungan kesehatan warga. Tindakan cepat, ketersediaan tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang memadai akan meyakinkan warga, bahwa pengelolaan krisis virus Corona dilakukan serius dan profesional.

Semoga dengan sikap positif dan partisipasi berbagai komponen bangsa, Indonesia bisa lebih lebih efektif menangani virus Corona dan penyakit kronis lainnya. –Sayed Muhammad Husen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *