Bencana Corona

GEMA JUMAT, 6 MARET 2020

“Dan segala sesuatu yang menimpa kalian (berupa adzab dan bala’) adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian. Dan Allah banyak memaafkan kalian.” (QS. Asy-Syuura: 30)
Akhir-akhir ini nama Corona menjadi momok yang menakutkan karena virus tersebut diyakini bisa mematikan manusia dalam hitungan hari. Akibatnya dunia hari ini dibuat mencekam dengan kehadiran makhluk Allah berukuran milimikron yang tidak dapat dilihat dengan mata. Semua media baik media cetak maupun elektronik membicarakannya, sehingga Corona menjadi isu populer dan viral yang tidak ada tandingannya, sampai-sampai Pemerintah Arab Saudi menyetop sementara para jamaah umrah dari beberapa negara termasuk Indonesia.

Padahal dalam sejarah peradaban manusia, bencana yang diturunkan Allah ke bumi ini bukan hanya sekarang, tapi juga kepada kaum-kaum sebelumnya yang ingkar kepada Allah dan Rasul yang diutuskan saat itu. Kaum Fir’aun di masa Nabi Musa pernah diturunkan dengan belalang, kutu dan katak. Allah kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak dan darah sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan ingkar kepada Nabi Musa. Demikian pula Raja Namruz yang zalim dan diktator di masa Nabi Ibrahim a.s mati mengenaskan karena Allah mengirim seekor nyamuk yang masuk ke otaknya selama 400 tahun.

Di dalam Al-Qur’an telah dijelaskan faktor-faktor penyebab bencana yang bersifat umum, yaitu antara lain karena dosa-dosa (al-dzunūb), kesalahan-kesalahan (alkhathāyā), kezaliman (al-zhulm), kekafiran (al-kufr), kefasikan (al-fisq), dan kerusakan (al-fasād). Selain itu, terdapat juga ayat-ayat yang menyebutkan faktor-faktor penyebab berupa kemaksiatan secara lebih khusus, di antaranya: kesyirikan (al-syirk), kesombongan (al-istikbār), pendustaan (al-takdzīb), mengejek para rasul dan para pengikutnya yang beriman (al-istihzā bi al-rusul wa atbā’ihim), kufur nikmat, melanggar larangan Allah SWT, perbuatan homoseksual dan perbuatan mengurangi timbangan.

Oleh karena itu salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah berbagai bala bencana adalah dengan istighfar dan taubat nasuha kepada Allah. Yakinlah bahwa tidak ada daya upaya manusia untuk menghalau makhluk Allah seumpama virus Corona, tanpa izin sang Pencipta¬nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *