Dosa Membunuh

oleh: H. Basri a. Bakar

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa’ : 9)

aKHiR-aKHiR ini  kita  dihebohkan  dengan  beberapa kasus  pembunuhan  keji,  bahkan  tiga  hari  lalu  seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh dibunuh dengan menghantamkan batu ke kepala korban karena tidak memberikan  uang yang diminta pelaku. Demikian pula seminggu lalu di Aceh Utara, dua orang TNI diculik dan dibunuh oleh  orang  tak  dikenal.  Apalagi  sepuluh  tahun  lalu sebelum tsunami melanda Aceh, nyawa melayang hampir tiap hari karena saling membunuh. Begitu mudahkah manusia  menghabisi  nyawa  sesama?  Sungguh  sangat memprihatinkan,  pembunuhan  terhadap  jiwa-jiwa  yang tidak berdosa sering terjadi demi nafsu dan  kepentingannya. Padahal dalam Islam ditegaskan bahwa membunuh jiwa yang tidak berdosa itu sama halnya dengan membunuh  semua  manusia.

Membunuh seorang muslim yang terlindungi darahnya,  termasuk  dosa  besar  yang  sangat  Allah  murkai.
Karena  itu,  Allah  memberikan  ancaman  sangat  keras bagi orang yang membunuh dengan sengaja, sebagaimana firman Allah dalam Surat an Nisa’ : 93. Dalam ayat tersebut,  Allah  SWT   mengancam  keras  pelaku  pembunuhan dengan sengaja, sampai karena besarnya dosa pembunuhan  ini,  Allah  tidak  mensyariatkan  adanya kafarat (tebusan). Kemudian, dalam hadis dari Abdullah bin  Amr radhiyallahu  ‘anhuma,  Nabi SAW bersabda  :“Lenyapnya  dunia  lebih  ringan  bagi  Allah  dibandingkan pembunuhan terhadap seorang muslim.” (HR. Nasaidan Turmudzi).

Dengan demikian jelaslah bahwa dalam Islam nyawa merupakan  sesuatu  yang  sangat  mulia  dan  harus  dilindungi, sehingga Islam selalu mengutamakan sikap memaafkan  dan  menyelesaikan  masalah  dengan  damai, bukan  dengan  kekerasan.