Dosa Tersembunyi

GEMA JUMAT, 21 FEBRUARI 2020

Oleh Dr. Ir.H. Basri A. Bakar, M.Sii

“Dan tinggalkanlah dosa yang nampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat), disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.“ (QS. Al An’aam: 120)

Dosa itu dapat dibagi dalam dosa zhahir (yang tampak) dan dosa bathin (yang tersembunyi). Dosa zhahir umumnya terjadi karena adanya dosa batin. Artinya ketika hati seseorang rusak dengan maksiat-maksiat bathin, maka hal itu akan membawa dampak kepada jasadnya untuk bertindak dengan maksiat yang zhahir.

Banyak sekali dosa tersembunyi yang dilakukan manusia tanpa sadar, sehingga iapun terbawa ke dalam dosa zhahir. Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Zaadul Masiir, berkata, “Dengki termasuk tabiat yang terjelek. Ia menjadi penyebab adanya maksiat pertama kali di langit, yaitu hasad iblis kepada Nabi Adam ‘alahis salam dan penyebab adanya maksiat pertama kali di muka bumi, yaitu hasad Qabil kepada Habil,” Jelas bahwa penyebab Qabil membunuh saudaranya Habil karena ia menyimpan kedengkian dalam hatinya.

Demikian juga dengan kekufuran yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi ketika risalah Islam disampaikan oleh Nabi SAW. Yang menghalangi mereka untuk beriman adalah karena hasad yang ada dalam hati mereka. Allah berfi rman yang artinya : “Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafi ran setelah kamu beriman karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran,” (QS. Al Baqarah: 109)

Sebagai manusia, kita pasti tidak luput dari khilaf, dosa, dan maksiat. Baik itu dosa yang dilakukan saat sendirian maupun dosa yang dilakukan di hadapan orang lain, baik zhahir maupun bathin. Menyadari sebagai manusia yang lemah dan penuh dosa, maka kita sebaikny tidak bosan-bosan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT atas kelemahan dan dosa, salah satunya dengan doa sayyidul istighfar yang di dalamnya ada pengakuan bahwa kita banyak dosa.

Ada juga doa-doa yang lainnya yang berisi tentang penyesalan atas dosa-dosa kita. Selanjutnya istighfar dan taubat juga harus kita lakukan serta memperbanyak amal shalih, agar kesalahan-kesalahan kita bisa dihapuskan. Sesungguhnya Allah sangat suka kepada hambaNya yang selalu bertaubat atas kesalahan dan dosa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *