6 April 2020

Hindari Ghibah

H. Basri A. Bakar

GEMA EDISI JUM’AT 18 OKTOBER 2019

oleh: Dr. Ir. H. Basri A Bakar, M. Si

Dan janganlah kalian saling menggunjing. Adakah seorang di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang(QS. Al-Hujurat: 12).

Ghibah diharamkan oleh agama. Bahayanya ghibah sangat besar bahkan Allah ta’ala telah mengumpamakan ghibah seperti seseorang memakan daging saudaranya yang mati (mayit) dengan firman-Nya yang artinya:

Imam Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan, ayat tersebut Ini adalah permisalan yang amat dahsyat, di antara rahasianya adalah: Pertama, karena ghibah menjatuhkan kehormatan orang lain, layaknya seorang yang memakan daging, daging tersebut akan terkoyak dari kulitnya.  Kedua, Allah ta’ala menjadikan “bangkai daging saudaranya” sebagai permisalan, bukan daging hewan, hal ini untuk menekankan bahwa ghibah itu amatlah dibenci. Ketiga, Allah menyebut orang yang dighibahi tersebut sebagai mayit. Ini bermakna bahwa orang yang sudah mati, tidak kuasa untuk membela diri dan membela kehormatan dirinya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan, “ayat di atas menerangkan sebuah ancaman yang keras dari perbuatan ghibah. Dan bahwasanya ghibah termasuk dosa besar, karena Allah menyamakannya dengan memakan daging mayit, tentu saja hal tersebut termasuk dosa besar.

Di era teknologi digital sekarang ini, tanpa disadari seseorang mudah saja melakukan ghibah melalui ujung-ujung jarinya. Betapa mudah seseorang menggunjing orang lain dalam media sosial melalui HP androidnya. Bahkan kadang-kadang dia meneruskan ghibah tersebut kepada orang lain sehingga menyebar ke banyak orang. Bayangkan betapa besar dosa yang dipikul nantinya karena perbuatan tersebut telah mejatuhkan martabat dan merusak kehormatan orang lain

Oleh karena itu, ghibah sangatlah berbahaya bagi seseorang, maka hendaklah senantiasa waspada terhadap diri sendiri agar tidak terjerumus dalam  perbuatan yang diharamkan. Adapun jika sudah terlanjur berbuat ghibah maka hendaknya segera untuk bertaubat.

MARI SUBUH BERJAMAAH

SUBUH KELILING DKMA

Hari/ tanggal                : Sabtu, 19 Oktober  2019

Tempat                        : Masjid Al Fitrah Lapangan Jasdam Neusu Jaya

Imam                           : Ust. Bukhari Ali, S.Ag

Penceramah               : Dr. H. Armiadi Musa, MA

SAFARI SUBUH BBC

Hari/ tanggal                : Ahad, 20 Oktober 2019

Tempat                        : Masjid Jamik Kampus Unsyiah

Imam                           : Ust. Fathurrahmi, M.Si

Penceramah               : Ust. H. Fahmi Sofyan, Lc, MA