13 Maret 2020

Larangan Riba

GEMA JUMAT, 13 MARET 2020
Oleh: Oleh Dr. Ir.H. Basri A. Bakar, M.Si
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.” (QS. Ali Imran: 130)
Asbabun nuzul ayat di atas, karena orang-orang Arab masa Jahiliyah sering mengadakan transaksi jual beli tidak tunai. Jika pihak yang berhutang belum mampu melunasi pada saat jatuh tempo maka diberlakukan kompensasi jumlah uang yang harus dibayarkan menjadi bertambah karena penambahan waktu bayar.
Syaikh Abu Bakar Jabir al Jazairi mengingatkan kepada orang-orang beriman bahwa riba yang dipraktekkan oleh bank konvensional pada saat ini lebih zalim dan lebih besar dosanya dari pada jahiliah yang Allah haramkan dalam ayat ini dan beberapa ayat lain di surat Al Baqarah. Seseorang yang meminjam uang, ada perjanjian yang disepakati bunga pinjaman saat itu juga sekian persen, dan bila tidak sanggup melunasi pada saat jatuh tempo maka jumlah yang harus dilunasi menjadi bertambah, sehingga semakin memeratkan si peminjam.
Ini sangat berbeda dengan riba masa jahiliyah, dimana nominal hutang tidak akan bertambah sedikit pun jika pihak yang berhutang bisa melunasi hutangnya pada saat jatuh tempo. Dalam riba jahiliyah hutang akan berbunga atau beranak jika pihak yang berhutang tidak bisa melunasi hutangnya setelah penangguhan waktu pembayaran dari yang disepakati.
Kita bangga saat ini banyak Bank yang beralih ke sistem syariah, meski masih banyak yang meragukan implementasinya. Kita berharap jangan hanya kulit luarnya saja yang Syariah namun pelaksanaan tidak beda dengan Bank Konvensional yang memberlakukan bunga yang melilit nasabah.
Setelah Allah mengharamkan riba maka semua bentuk riba diharamkan tanpa terkecuali, baik riba dalam jumlah banyak ataupun dalam jumlah yang sedikit Begitu berbahayanya riba, Rasulullah menegaskan : “Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan mengetahui bahwa itu adalah uang riba, maka dosanya lebih besar dari pada berzina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *