11 Oktober 2019

AKHLAK BANGSA

GEMA JUMAT, 11 OKTOBER 2019

Indonesia sebagai negara besar mempunyai berbagai persoalan yang terus bermunculan dalam masyarakat.  Pemicu utama  persoalam persoalan yang terjadi  disebabkan oleh Kemorosotan akhlak, baik akhlak pribadi, akhlak sosial maupun akhlak di ruang public.

Akhlak pribadi menyangkut hubungan pribadi manusia dengan  aturan syar’i. perbuatan perbuatan yang dilarang oleh agama untuk dilakukan dan  harus dijauhi.  Pada dasarnya akhlak pribadi bersifat individual tapi ketika dilakukan akan mengganggu stabilitas  ketentraman umum.  Sebagai contoh akhlak pribadi  bagi seorang muslim, antaranya tidak mencuri dan korupsi, tidak mabuk mabukan atau mengkomsumsi narkoba, tidak membunuh, tidak berbohong atau apapun yang dilarang oleh  aturan agama.

Tentunya  yang paling penting dimiliki oleh seorang muslim berhubungan dengan akhlak pribadi mempunyai sifat  sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah sallahu ‘alaihi wasallam yaitu Shiddiq artinya benar, bukan hanya perkataan saja yang benar tapi juga diikuti oleh perbuatan sejalan dengan ucapan,  Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan sesuau yang haq), dan  Fathonah (bersifat cerdas dalam memilih dan memilah yang haq dan batil).

Selanjutnya akhlak sosial sangat berhubungan dengan akhlak pribadi atau kesalehan pribadi yang  berawal dari kebersihan jiwa untuk menjauhkan diri dari penyakit jiwa seperti iri, dengki, hasut dan fitnah. 

Dalam menghadapi persoalan bangsa berhubungan dengan persoalan sosial, hendaknya proaktif menebar kebaikan dengan perbuatan perbuatan baik bukannya memperkeruh keadaan dengan     hal yang tidak baik.  Sebagaimana nabi Muhammad sallahu ‘alaihi wasallam telah mengajarkan  “Tebarkanlah salam, berikanlah makan kepada orang yang kelaparan,sambunglah hibungan silaturrahmi dan shalatlah (tahajjud) tatkala semua orang terlelap tidur. Niscaya kamiu  akan masuk syurga dengan aman dan sejahtera”. (HR. Tirmizi)

Sedangkan terkait akhlak diruang public  berhubungan dengan kebersihan, kedisplinan, dan menghargai waktu. Ketika berada ditempat umum tidak membuang sampah sembarangan atau mengeluarkan kata kata yang tidak pantas. 

Fenomena hari ini,  ruang public tidak dapat dipahami secara sempit  sebatas ruang fisik, kemuculan media sosial   menjadi  ikon baru  sehingga siapapun tidak terbatas ruang dan waktu untuk menggunakan. Ketika  media sosial tidak dipergunakan sebagaimana yang haq, maka akan menjadi wadah untuk menyebarkan fitnah, berita berita yang tidak jelas kebenarannya (hoax) hingga menjadi alat propaganda pemecah belah ummat.

Sebagai seorang muslim hendaknya lebih cerdas dalam penggunaan media sosial hingga tidak menjerumuskan kepada  kehancuran pribadi dan ummat.

Menghadapi  persoalan bangsa yang semakin akut dan adanya solusi untuk kebaikan masa depan yang lebih baik, hendaknya  adanya perbaikan  dari ketiga ranah  akhlak  pribadi, sosial dan akhlak diruang public  baik pribadi sebagai pemimpin ummat  maupun pribadi sebagai masyarakat secara umum. Sehingga bangsa yang berada diambang kehancuran bisa diselamatkan . Memperbaiki persoalan  bangsa adalah dengan cara memperbaiki akhlak.

                                                                                                Di sarikan dari berbagai sumber, Kajhu 8 Oktober 2019