Perjuangan Mahasiswa Aceh di Wuhan

GEMA JUMAT, 7 FEBRUARI 2020

Oleh : Nelly, S.Pd, M.Pd, Guru Matematika SMA Negeri 1 Salang

Kejadian virus corona yang mengemparkan China, terbesit cerita perjuangan mahasiswa  Aceh yang menempuh kuliah di Wuhan.  Kisah pemuda asal Lhoksukon, Aceh Utara yang mampu bertahan dan terjauh dari terkena virus mematikan tersebut. Namanya Fadil yang kuliah S3 Psikologi Pendidikan di Universitas,  Central China Normal University di Wuhan Distrik Wuchang.

Selama kejadian tersebut,  sekolah dalam keadaan libur semester dan bertepatan dengan perayaan imlek. Dikarenakan penyebaran virus tersebut, maka kegiatan selama wuhan diisolasi, Fadil bersama-kawannya berdiam diri di asrama internasional. Mereka keluar untuk belanja logistik dan tidak keluar jika stok logistik tersedia.

Fadil  sering berbelanja di dua toko yang dibuka dekat asrama, bisa ditempuh sejauh lima ratus meter dengan jalan kaki. Harga barangnya menjadi tiga kali lipat dari biasanya dan sering ditutup lebih awal.

Ketika terjadinya virus corona di akhir Desember 2019, ia dan kawan-kawan masih bisa berjalan keluar tanpa masker. Namun Wuhan diisolasi sejak tanggal 23 januari  2020, baru rutinitas hanya di kamar dan tidak keluar asrama. Wajib pakai masker jika keluar.

Kegiatan di asrama, Fadil dan seluruh mahasiswa Aceh menyibukkan diri dengan belajar buku bahasa mandarin, bermain gitar, makan bersama dan kegiatan positif lainnya.

Dalam berita yang beredar, bahwa makin hari makin banyak korban meninggal, dan banyak yang terinfeksi. Tentunya Fadil dan mahasiswa Aceh  penuh dengan kekhawatiran akan terkena juga virus mematikan itu. Ia teringat keluarga dan meminta KBRI di China untuk  segera  mengevakuasi mereka. Berkat pertolongan Allah melalui bantuan Pemerintah Indonesia, baru dievakuasi ditanggal satu Februari 2020.

Fadil saat itu tentu sangat panik, ia mencari informasi penyebaran virus, lalu selalu berkomunikasi dengan keluarga di rumah. Fadil memberi dorongan dan cari cara mengatasi kepanikan bersama kawannya mulai cari tahu cara pencegahan dan melindungi diri hingga bisa terhindar dari terkena secara langsung.

Demikian juga perasaan mahasiswi Aceh, Mifta yang kuliah S2 jurusan Curriculum and Teaching Methodology di Kampus Huazhong University of Science and Technology (HUST). Karena kampus libur, ia berkesempatan berlibur ke Korea sebelum wabah Virus corona menyebar.  Kota Wuhan sebagai tempat kuliahnya, ia harus membatalkan tiket pesawat ke Wuhan dan pulang ke Indonesia.

Harapan fadil dan Mifta agar Wuhan dan sekitarnya bisa segera pulih dari virus corona. Virus ini cepat teratasi dan mereka bisa kembali menimba ilmu di sana. Berharap juga agar semua korban yang terjangkit segera Allah sembuhkan, sehingga Fadil, Mifta dan mahasiswa Aceh lainnya bisa kembali ke Wuhan untuk  belajar lagi.

Fadil dan mahasiswa Aceh lainnya yang sudah dipulangkan ke Indonesia setelah proses karantina.  Alhamdulillah mereka sudah dinyatakan sehat oleh Kementerian Kesehatan Indonesia.