KEBERADAAN TUHAN

Gema JUMAT, 10 JUNI 2016

Oleh: Suhaimi M. Daud

Kehadiran Tuhan, oleh sebagian para ulama pernyataan tersebut tidak layak diungkapkan, karena hakikat keberadaan-Nya ada dimana-mana. Apakah keberadaan-Nya itu ditempat-tempat tidak suci lagi layak? Bagaimana kita akan menjelaskannya?

Allah ada dimana-mana dalam arti bahwa kita bisa menyaksikan jejak-jejak Ilahi dalam setiap ciptaan-Nya. Jika engkau mencari Tuhan, engkau akan menemukan-Nya.  Menurut para ulama, menemukan-Nya disini bermakna menuruti semua perintah-Nya. Pertanyaan muncul setelah  menjelajah kesana kemari berusaha mencari jawaban yang dilanjutkan dengan pertanyaan lainnya. Kita berusaha mencari jawaban-jawaban, walaupun itu hanya sebatas panca indera kita.

Ketika kita mampu memahami dan mengenali sesuatu, maka wujud sesuatu itu menjadi terbatas dan selanjutnya tidak mampu dan tidak dikenal, karena wujud tidak terbatas, seperti halnya kita merasakan adanya udara, namun kita lemah untuk dapat melihatnya. Padahal setiap saat udara itu selalu bersama kita.

Allah SWT tidak bisa didiskripsikan (dijelaskan) dengan akal, karena Dia pencipta akal. Rasio pun tidak bisa mendiskripsikan-Nya (menjelaskannya). Dia zat yang tidak bisa diuji oleh perbuatan dan tidak dapat ditunjuk oleh ucapan.

Sedemikian terangnya Allah yang tak berbentuk, namun nyata dan ada, tidak berwarna namun jelas, nisbi dan hampa tapi terang, sehingga kita tidak mampu menjabarkannya dikarenakan keterbatasan panca indera kita.

Sedemikian rumitnya menuangkan realitas yang tak terbatas ke hal-hal yang terbatas: Takkan pernah bisa. Sesuatu arah atau maksud yang menjadi tujuan hidup atau tujuan lainnya, seharusnya setiap kita mengetahuinya dan mengenalnya terlebih dulu, agar kita lebih terarah dan sampai ke tempat tujuan.

Sesuatu tujuan yang kita tidak mengenalnya, atau tidak mengetahui lokasi serta lainnya, bagaimana itu? Manusia ini, harus membuka dan menguak misteri-Nya, mau tak mau, manusia itu haruslah menggunakan tamsilan-tamsilan, perbandingan atau perumpamaan,  agar mengenal dan memudahkan jalan dalam mencapai tujuan, serta untuk dapat memahami, karena kelemahan yang ada pada diri setiap manusia.

Allah SWT tampak jelas dalam keberadaan-Nya yang pasti, namun secara kasat mata Dia tersembunyi, tak terjangkau penglihatan panca indera. Allah SWT menyerukan agar mengenali-Nya, mengakui-Nya, meskipun secara gaib (tidak tampak). Demikian juga Allah menyeru mereka agar beriman kepada-Nya secara gaib pula.

Nabi Allah Muhammad SAW adalah orang yang paling mengetahui tentang Allah, shalawat dan salam sejahtera semoga tetap tersampaikan kepada beliau.