19 Mei 2020

Mengejar Target Takwa

Sayed Muhammad Husen

Oleh Sayed Muhammad Husen
Pemimpin Redaksi Gema Baiturrahman

Sejak awal Ramadhan para dai dan muballigh mengingatkan kaum muslimin untuk membuat target takwa di penghujung Ramadhan. Ini harapan yang hendak dicapai melaui ibadah Ramadhan: “Supaya kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 185). Target ini menjadi motivasi dan sekaligus tujuan akhir setiap muslim yang berpuasa selama satu bulan penuh. Tentu mencapainya bukan hanya dengan ibadah puasa saja, banyak ibadah lain bisa dilakukan.

Menurut Sayyid Qutb dalam tafsirnya Fiidhilalil Quran, tampak jelas tujuan yang besar dari puasa, yaitu takwa kepada Allah Swt. Takwa itulah yang membangkitkan kesadaran dalam hati, sehingga mau menunaikan kewajiban ini, demi menaati Allah dan mendapatkan keridhaan-Nya. Takwa inilah yang menjaga hati, sehingga tidak merusak puasanya dengan maksiat, walaupun cuma getaran hati untuk berbuat maksiat.

Sayyid menambahkan, orang-orang yang menjadi sasaran firman Allah ini mengetahui kedudukan takwa di sisi Allah dan bobot dalam timbangan-Nya. Maka takwa merupakan puncak ketinggian rohani mereka, dan salah satu alat dan jalan untuk mencapainya. Oleh karena itu, diangkatlah ke depan mata mereka tujuan yang jelas yang sedang mereka tuju melalui jalan puasa, yaitu: supaya kamu bertakwa.

Allah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya.” (QS Ali Imaran: 102). Dengan ayat ini, Allah Swt meminta komitmen yang tinggi untuk mencapai dan merawat ketakwaan. Taqwa tidak berubah atau pupus akibat lingkungan yang merusak dan kemudian “latihan takwa” lagi pada Ramadhan yang akan datang. Takwa adalah kesungguhan menjalankan perintah Allah Swt dan meninggalkan larangan-Nya sepanjang hayat dalam semua dimensi kehidupan.

Keseriusan dalam bertakwa haruslah ditunjukkan dalam setiap situasi dan kesempatan, dalam berbagai pekerjaan, profesi, dan tindakan yang diambil dalam mengisi kehidupan ini sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan demikian, ketakwaan akan senantiasa aktual dalam kehudupan pribadi, keluarga, lingkungan dan kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap pribadi yang takwa “menularkan” ketakwaannya kepada orang lain dalam berbagai wujudnya.

Dengan semakin banyak orang takwa, maka akan memengaruhi kehudupan ini menjadi lebih baik, lebih damai, adil dan berlangsung dalam ridha dan lindungan Allah Swt. Kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang didominasi orang-orang takwa, akan memberi warna ilahiah dan spritualitas yang kental. Artinya kehidupan yang tidak kering dari bimbingan wahyu dalam perancangan dan pelaksanaan kebijakan, program, dan kegiatan negara. Semua aspek kehidupan berada dalam celupan Allah Swt.

Sebuah negeri yang dipadati orang-orang takwa, maka Allah Swt dengan kekuasaan-Nya akan menganugerahi berbagai keberkatan, kesejahteraan dan kebahagiaan, sehingga negeri tersebut terhindar dari kekurangan pangan dan berbagai bencana (alam dan non alama). Sebuah negeri yang mampu menyelesaikan problema bangsanya dan keluar sebagai bangsa pemenang di tengah Covid-19 yang melanda dunia.

Pada ayat lain Allah Swt berfirman,”Barangsipa yang bertakwa kepada Allah Swt, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. (QS At-Thalaq: 2-3). Allah Swt menjamin rezeki (dalam berbagai bentuk) dan fasilitas lainnya bagi orang takwa, sehingga membuat hidupnya penuh harapan dan tak ada kekhawatiran sedikit pun terhadap masa depan diri dan keluargnya.

Jika demikian Allah menjamin kehidupan dan masa depan orang bertakwa, maka alasan apa lagi yang membuat kita tidak segera mengoreksi capaian takwa yang hendak kita capai dari ibadah puasa Ramadhan ini. Di penghujung Ramadhan, tentu saja masing-masing pribadi muslim dapat merasakan sejauh mana target takwa telah tercapai. Masih ada beberapa hari lagi untuk mencapai target takwa hingga 99%. Tantangan berikutnya adalah merawat dan melestarikan ketakwaan tersebut pasca Ramadhan.

Sebagai motivasi tambahan, Allah menunjukkan keistimewaan lai bagi seorang muttaqin, melalui firman-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (pembeda) dan menghapuskan segala kesalahanmu, serta mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS Al-Anfal: 29)

Demikianlah kehidupan orang takwa. Allah membimbing mereka supaya senantiasa menggunakan pembeda (Alquran) sebagai pedoman dasar kehidupan, menghapus dosa-dosa dan memberikan karunia dalam bentuk pemenuhan berbagai kebutuhan dan fasilitas apapun yang diperlukan. Doa mereka dikabulkan dan akan ditempatkan pada kedudukan tertinggi di yaumil akhir.

Semoga babak akhir Radahan ini Allah Swt berikan kekuatan dan kesehatan kepada kaum muslimin untuk merealisasikan terget takwa sebagaimana diprogramkan sejak awal Ramadhan. Selain menyempurnakan puasa, beberapa ibadah lain akan sangat mendukung capaian terget tersebut seperti: shalat lail, i’tikaf dan sedekah. Termasuk di akhir Ramadhan menunaikan dan zakat fitrah dan menghitung zakat mal yang belum dibayar. Semoga Allah mudahkan kita menuju ketakwaan pada-Nya.

Banda Aceh, 26 Ramadhan 1441

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *