14 Maret 2020

Menjaga Jamaah

GEMA JUMAT, 6 MARET 2020

RASULULLAH Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berpesan kepada kita umatnya, bahwa dua orang lebih baik dari seorang, tiga orang lebih baik dari dua orang, dan empat orang lebih baik dari tiga orang.

Karenanya, tetaplah umat Islam selalu berada dalam jamaah. Apapun kondisinya, jangan pernah meninggalkan jamaah sesama muslim sebagai sumber kekuatan. Kata Rasulullah, sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan mempersatukan umatku kecuali dalam petunjuk (hidayah).

Bahkan dalam hadits yang lain, Rasulullah juga berpesan agar seorang muslim senantiasa hidup bersama saudaranya, karena sesungguhnya serigala hanya memakan domba yang terpisah dari kelompoknya.

Dua hadits tersebut cukup menggambarkan kepada kita selaku umat muslim untuk selalu berjamaah. Berjamaah disini, artinya adalah punya punya komunitas dakwah yang menyuarakan dan mengajak kepada kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah.

Demikian antara lain disampaikan Ustadz Muhammad Rizal AG, Lc M.Sh, Pengasuh Balai Pengajian Ibnu Abbas, Jeulingke, saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Lambada Kupi, Gampong Pineung, Banda Aceh, Selasa (3/3/2020) malam.

“Ketika kita tidak ada dalam sebuah jamaah, maka musuh akan sangat mudah menyerang, semangat juga akan menjadi lemah,” kata Ustadz Muhammad Rizal yang juga pengajar di sejumlah dayah terpadu di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Menurutnya, jamaah dalam sebuah majelis taklim yang mengkaji ilmu, tentu sangat besar fadhilah dan manfaatnya. Bahkan para malaikat datang menanungi tempat – tempat dimana ada majelis pengajian dan majelis zikir.

Dalam hadits lainnya, dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Imam An-Nawawi menyampaikan, suatu hari Rasulullah menyampaikan kepada sahabat, “Apabila kalian melewati sebuah kebun surga, maka singgahlah”.

Sahabat yang mendengar perintah itu penasaran, dan bertanya apa maksud kebun surga tersebut, Rasulullah menjawab bahwa kebun surga adalah halaqah pengajian, tempat zikir dan majelis taklim. Inilah kebun surga, maka untuk itu singgah dan ramaikanlah.

Staf Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry ini mengungkapkan, kalau melihat kondisi hari ini, khususnya di ibukota Provinsi Aceh, Kota Banda Aceh, semangat untuk belajar pada majelis taklim memang ada pasang surut. Dua tahun lalu, semua masjid penuh. Bahkan berlomba lomba mengajak masyarakat memenuhi masjid untuk shalat berjamaah.

Bahkan para remaja masjid sangat gencar mengampanyekan gerakan subuh berjamaah. Namun hari ini, semangat itu mulai berkurang, dapat dilihat, di masjid-masjid, dimana saja bahwa gelombang semangat itu sedang turun.

“Semangat ini memang naik turun, bulan Ramadhan nanti tentunya juga akan kuat kembali. Dua tahun lalu, tidak cukup ustadz di Banda Aceh untuk mengisi kajian dimana – mana, bahkan sampai dari luar diundang penceramah untuk mengisi pengajian karena umat haus ilmu agama,” terangnya.

Namun yang perlu diketahui, bukan hanya sahabat – sahabat kita yang semangatnya sedang kendur, justru kita sendiri akan mengalami dan merasakan kejadian serupa.[rel/sON]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *