Nabi Membangun Negara Madinah

GEMA JUMAT, 7 FEBRUARI 2020

Oleh Prof. Dr. H. Zainal Abidin Alawy, MA

Penceramah Masjid Raya Baiturrahman

Setelah Nabi menetap di Madinah lalu beliau mempersaudarakan antara Muhajirin dan Anshar secara utuh dan terpadu. Orang Anshar benar-benar menolong orang-orang Muhajirin dengan menyediakan lapangan kerja yang layak untuk mereka. Orang Muhajirin diberikan modal usaha atau diberikan tanah pertanian, diberikan binatang ternak untuk digembalakan, bahkan menceraikan istri-istri mereka untuk diperistrikan oleh orang Muhajirin.

Nabi SAW membuat perjanjian dengan orang-orang Yahudi Madinah dan mempersiapkan angkatan darat dari kalangan sahabat Muhajirin dan Anshar. Logistik dan alat senjata pada umumnya diadakan sendiri oleh para prajurit. Nabi mengatur strategi untuk penaklukkan kota Mekkah. Kota Mekkah dimasukinya dengan damai, tanpa pertumpahan darah. Penaklukan ini dalam sejarah Islam dikenal dengan: Fathu Makkah (penaklukkan Makkah).

Prinsip yang dipakai Nabi dalam menyeru orang masuk Islam dengan mengirim surat kepada raja-raja dan penguasa-penguasa kerajaan tertentu seperti  Kisra Parsi dan Qaysar Rumawi. Orang Islam tidak memulai menyerang, tetapi melawan bila ada serangan. Dengan demikian ada saatnya orang Islam harus mempertahankan diri, maka terjadilah berpuluh-puluh kali peperangan dalam menghadapi musuh-musuh Islam seperti  Perang Uhud, Perang Khandak, Perang Khaibar dan sebagainya.

Kita memahami bahwa mujahid Islam berjuang dengan ikhlas tanpa pamrih, berjihad di jalan Allah SWT dengan mengharapkan imbalan surga. Memang nabi menyusun pejuang-pejuang itu secara rapi yang didalamnya terdapat panglima-panglima perang yang diangkat Nabi. Di samping itu terdapat tamtama, bintara, perwira pertama, perwira menengah,dan perwira tinggi dengan fungsi masing-masing, sehingga ada barisan berkuda, barisan berpedang, barisan pemanah, petugas kesehatan dan intelijen.

Di zaman itu belum dikenal senjata seperti senapan, meriam, granat dan roket. Dengan izin dan bantuan Allah SWT negara Islam Madinah dapat mengalahkan kekuasaan-kekuasaan besar dunia yang saat itu merupakan kerajaan adi kuasa seperti Persi dan Romawi, negara-negara atau kerajaan-kerajaan itu tumbang di tangan umat Islam.

Aparatur-aparatur negara Madinah memiliki dwifungsi dimana saat perang mereka menjadi aparatur militer dan disaat damai mereka menjadi aparatur sipil seperti menduduki jabatan gubernur dan memimpin wilayah-wilayah tertentu.

Dilihat dari perjuangan Nabi SAW selama 13 tahun periode Mekkah dan sepuluh tahun periode Madinah Nabi bersama sahabat mengubah pola pikir dan tradisi manusia sedunia di bawah bendera Islam, serta belum pernah ada dalam sejarah pembentukan pola pikir dan perubahan-perubahan yang dilakukan di dunia sehebat apa yang diubah dan dilakukan oleh pola pikir Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lamu bish shawab.