Wujudkan MEA 2015, Menjadi Free Market Syar’I

ft ekonomi syariah1Oleh. AIYUBSYAH

Manusia sebagai hamba Allah yang sangat banyak mendapat kasih sayang dan nikmat dari Allah, sudah sewajarnya menempatkan dirinya sebagai khalifah di muka bumi ini. Karena melalui berbagai proses kehidupan dan ikhtiar yang serius, umat manusia insya Allah akan selalu saja dapat meraih berbagai nilai kreativitas baru di bidang perekonomian. Sehingga tantangan dan kompetisi hidup untuk meraih rezeki yang halal bagi umat manusia pada umumnya, dan bagi warga masyarakat muslim pada khususnya tak perlu disikapi dengan karakter yang bersifat pasif dan pesimis.
Demikian juga halnya dalam mengatasi Era Pasar Bebas dan Era Persaingan Global saat ini, Umat Islam di Indonesia umumnya dan di Aceh khususnya wajib membangun inovasi dan kreativitas baru di bidang perekonomian. Sebagai contohnya, sejak saat ini Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh, perlu mengedepankan peningkatan mutu dan ketrampilan warga masyarakat dalam berbagai bidang; baik bidang pendidikan, agribisnis, agro industri, perdagangan, perbankan syariah, marketing syariah, perikanan, perkebunan, dan pengembangan teknologi media massa beretika syariah, dan lain-lainnya. Terlebih di Aceh, sudah lama terwujud kerjasama perdagangan dan bisnis Indonesia Malaysia Thailand-Growth Triangle (IMT-GT).
Semoga masyarakat Aceh dapat unggul dalam pentas persaingan Pasar Bebas ASEAN 2015 ini. Dan selalu optimis dalam berusaha dengan mengedepankan segi etika bisnis dan nilai filosofis dari sistem ekonomi Islam dalam meraup berbagai keuntungan dari kehadiran Pasar Bebas ASEAN, yang akan di-launching pada akhir tahun 2015. Sejarah telah membuktikan bahwa para endatu (nenek moyang) ureung Aceh pada masa lalu, telah mampu menjadi saudagar-saudagar yang sukses di dalam lingkungan perdagangan sepanjang kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga ke tingkat Eropa. Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah perlu menarik jumlah investor yang lebih besar ke Aceh. Dan juga perlu memberikan pendidikan dan ketrampilan yang terbaik bagi para saudagar-saudagar dan para pengusaha Aceh guna memenangkan ‘pertarungan kompetisi Pasar Bebas ASEAN 2015’. Menurut Bapak Ilmu Ekonomi Dunia, Ibnu Khaldun, “Tenaga kerja yang trampil dan kreatif, merupakan penentu kemajuan ekonomi suatu bangsa dan negara”. Nah, pernyataan Ibnu Khaldun yang telah tertuang dalam bukunya Muqaddimah itu, juga sangat tepat untuk dijadikan pedoman bagi pembangunan ekonomi Aceh, pada masa kini dan masa depan.
Semoga Aceh dapat unggul dalam kompetisi bisnis Pasar Bebas ASEAN 2015. Dan mampu pula meraih peluang emas membangun Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh 2015 yang berkeadilan dan bermartabat, melalui ‘Pasar Bebas Beretika Syariah Marketing MEA 2015′. Insya Allah, jika seluruh lapisan Rakyat Aceh bersama Pemerintah Aceh bersatu membangun perekonomian Aceh yang beretika Islam; dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan dalam berbisnis —-seperti yang telah ditampilkan oleh Nabi Muhammad SAW bersama isteri tercintanya Khadijah—-maka kesejahteraan Rakyat Aceh akan meningkat dengan cepat. Dan Rakyat Aceh akan segera dapat menikmati situasi hidup dengan cita rasa yang berperadaban tinggi. Tahun 2015, waktu yang tepat untuk mewujudkan kawasan Atjeh, menjadi Central Market Dunia Muslim dan juga Central Market produk yang halal bagi seluruh masyarakat dunia. Oleh karena itulah, ‘Mari Kita Wujudkan MEA 2015, Menjadi Free Market yang Islami’. Insya Allah, Semoga Allah Meridhai.

Mahasiswa Program Pascasarjana, Jurusan Ekonomi Islam, UIN Ar Raniry