Kehidupan di Alam Barzah

GEMA JUMAT, 4 OKTOBER 2019

Drs. Tgk. Sri Darmawan Abdul Hamid

Mengenang kata-kata mutiara hujjul Islam Imam Alghazali Rahimahullah, ada 3 perkara yang amat disenangi manusia di dunia fana ini, tapi semakin hari semakin menjauh; Pertama, rumah yang luas. Kedua, selalu muda belia dan Ketiga, agar hidup selalu.

Ketiga angan-angan manusia ini tidak pernah tercapai, sebaliknya ada tiga yang ditakuti akan tetapi semakin hari semakin mendekat; Pertama, alam kubur (alam barzah). Kedua, Usia tua dan Ketiga, Mati.

Alam kubur dalam alam barzah yaitu kehidupan antara alam dunia dengan akhirat, tertera dalam firman Allah Swt, “Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” . QS. Al Mukminun : 100.

Di dalamnya terdapat limpahan rahmat maghfirah atau pun azab sebagai balasan bagi yang berbuat baik ketika hidup di dunia, juga Allah berikan kenikmatan sementara selama di alam barzah.

Berbicara persoalan mati dan kematian kubur dan azab kubur harus dicari dalam Al Quranul Karim dan hadist-hadist Rasulullah Saw. Dia tidak dapat dicari pada buku-buku lain atau hanya berdasarkan pertimbangan akal pikiran saja. Karena persoalan akhirat adalah persoalan ghaib yang tidak bisa dijabarkan, tidak dapat dihitung seperti ilmu pasti, dua kali dua sama dengan empat, tetapi hanyalah soal iman belaka.

Firman Allah Swt dalam Surat Ali Imran: 185, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Bandum geutanyo tarasa matee

Oh uroe akhee teuma geubalah

Soe nyan meusiblah nibak nuraka

Dalam syuruga keudeh geukubah

Nyan keuh ureung nyan meubahgia

Udep di donya palsu leupah

Seunang syit siat sagai lam donya

Hal ini dapat kita saksikan dengan mata kepala sendiri, banyak orang yang dulunya hidup bersama kita, sekarang sudah tiada. Bahkan teman-teman, saudara-saudara, ibu bapak kita sekarang mereka sudah tiada, semuanya sudah meninggal dan kita pun di hari ini bila sudah ajal pasti akan mati.

Kusangka mendung di waktu petang

Padahal hujan di tengah hari

Kusangka umur kian memanjang

Padahal Izrail sedang menanti.

Dan harus kita imani, kenyataannya saat ajal pasti tiba, manusia tidak dapat mengundurkan diri dari ajal atau memanjangkan walau sedetik pun. Sebagaimana firman Allah Swt, dalam QS. Al A’raf: 34, “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu. Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.”

Ajai geutanyoe syit ka geukubah

Bandum umat syit kana ajai

Meunka troh ajai hajeut ta ubah

Meu siat tanggoh hanjeut talakee

Lom pih meuteunte hajeut peu bagah

Orang yang menghadapi kematian, pada waktu akan keluar roh dari tubuhnya, sebaiknya ditalqin kalimat tauhid Laa ilaaha illa Allah sebagaimana anjuran Rasulullah Saw, “Secara harfiah, talqinlah orang kamu yang tengah menghadapi kematian dengan kalimat Laa ilaaha illa Allah.” (HR. Muslim).

Rasul juga berpesan, “Bacalah Surat Yasin di hadapan orang-orang yang akan mati.” (HR. Abu Daud).

Setelah pasti orang itu meninggal dunia, maka kewajiban kia melaksanakan fardhu kifayah, seperti disebutkan oleh syekh Ibu Ruslan dalam kitab Zubad, “Ta peumano, ta oeyjafabm ta seumbahyang ateuh gata, lheuhnyan teuma tajak tanom meunan hukom ateuh gata”.

Setelah dikubur dan tanah sudah diratakan, parapengantar janganlah buru-buru pulang, ayolah kita berdoa memohon kepada Allah Yang Maha Rahman, supaya mayat tabah dalam menjawab pertanyaan malaikat Mungkar wa Nakir.

Sesuai peristiwa Rasulullah Saw, “Dari Usman bin Affan Ra berkata, adalah RasuluLlah Saw apabila selesai menguburkan mayAt beliau Berdiri dan berkata kepada pengantar-pengantar yang lain, mohonkanlah supaya ia tabah (meNjawab pertanyaan) karena ia sekarang sedang akan ditanya.” (HR. Abu Daud – Sunan Abi Daud Juz III hlm 215.

Salah satu yang harus diyakini kehidupan di alam barzah, kia akan berhadapan dengan pertanyaan Mungkar wa Nakir dan wajib pada syara’, menurut pendapat yang mahsyur, sangat diharapkan keteguhan kita ketika menghadapi pertanyaan tersebut. Sehingga kita bisa menjawab dengan tegas dan tepat tanpa sedikti pun bimbang. (Imam Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmizi, Annasai.

Abu Daud dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Al Barra ibnu Azib RA, Rasulullah Saw bersabda, “Seseorang muslim ketika ditanya dalam kuburnya ia bersaksi, bahwa tiada Tuhanmelainkan Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, itulah makna ayat Allah meneguhkan (iman) orang-orang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.”

Peneguhan dan pengukuhan dalam QS. Ibrahim: 27, ketika dua malaikat datang kepada seseorang dalam kuburnya lalu mengajukan pertanyaan kepadanya :

Siapa Tuhanmu, maka ia menjawab, Allah Tuhanku.

Dua malaikat bertanya lagi, Apa agamamu, maka ia menjawab Islam agamaku.

Dan dua malaikat bertanya lagi, Siapa orang yang diutus kepadamu itu? Muhammad Utusan Allah.

Malaikat bertanya pula, apa ilmumu, ia menjawab, saya baca kitab Allah. Saya imani kitab Allah, saya benarkan kitab Allah.

Dalam hadist lain terdapat dalam shahih Imam Bukhari, juga dalam shahih Imam Muslim dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw, bersabda, “Dari Anas Ra, Dari Nabi Saw, beliau berkata apabila hamba Allah telah diletakkan dalam kuburnya, dan ia telah ditinggalkan sahabat-sahabatnya telah kembali pulang.

Sehingga ia mendengar derap sandal mereka. Datanglah ketika itu malaikat dua orang, lalu keduanya memerintahkan supaya mayat duduk, keduanya bertanya, Apa pendapatmu tentang Muhammad Saw? Adapun orang mukmin itu menjawab, saya akui bahwa beliau hamba Allah dan Rasul Allah.

Maka kedua malaikat itu berkata, Lihatlah tempatmu yang mulanya di dalam neraka, ubah ditukar dengan tempatmu dalam syurga. Kata Rasul, semuanya melihat kejujuran itu.

Adapun kafir dan munafik ketika ditanya serupa itu lantas menjawab, saya tidak tahu. Saya hanya mengikuti kata orang. Lalu malaikat berkata kepadanya, wah engkau tidak tahu dan tidak mau tahu.

Kemudian ia dipukul dengan palu besi antara kedua telinganya, shingga ia menjerit-jerit dan memekik kesakitan, yang mana pekikannya itu terdengar oleh sekalian makhluk keucali manusia dan jin.” (HR. Bukhari, Tirmizi, An Nasai, Abu Daud dan Ibnu Majah).

Dan hebatnya tongkat palu besi itu untuk menyiksa mayat dalam kubur, kata Rasulullah Saw, Kata Al Bara’, “Jika dipukul dngan gada itu akan gunung, niscaya gunung hancur menjadi tanah.”

Begitu banyak hadist shahih yang membenarkan adanya pengembalian roh sejenak, lalu datang dua Malaikat Mungkar wa Nakir, bertanya, Kalau pertanyaan dijawab dengan baik maka dianya diberi nikmat dan kalau tidak maka ia diazab. Kemudian akhinrya si mayat dibangkitkan semuanya di padang mahsyar untuk dihisab, yaitu menghitung dosa dan pahala.

Uroe nyan teubit dum manuusia

Meulaksi laksa leu han ban peugah

Meubagi macam to uroe nyan

Amal jih sinan dum geupeulemah

Barasgasoe pubut ubee dhoi nyan got

Jikalon meuhat teuma geubalah

Baurangso pubut ubee dhoi jeuheut

Jikalon meuhat teuma geubalah.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!