PENDIDIKAN DI ZAMAN RASUL

GEMA JUMAT, 29 NOVEMBER 2019Assalamu

Oleh : Prof. Dr. Tgk. H. Warul Walidin Ak, MA

Pendidikan  adalah sebuah sektor kehidupan yang unik, atraktif, tertantang dan mulia. Unik, karena spektrumnya luas, atraktif, karena setiap orang peduli pendidikan  karena merupakan hajat hidup orang banyak. Tertantang, karena menyangkut masa depa  generasi. Mulia, karena pendidikan inti peradaban.

 Peradaban Islam dibangun berdasarkan prinsip pendidikan yang dimulai dengan-‘Alaqturunnya 5 ayat pertama, surat al-‘Alaq yang artinya : “bacalah (ya Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta (semesta alam). Dia menjadikan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah dan Tuhanmu Maha Pemurah. Yang mengajar dengan pena, menmgajar manusia apa yang beljum  diketahuinya”.

Iqra’ menurut kamus bermakna membaca, menyampaikan, Menelaah, mandalami, meneliti, mengkaji dan sebagainya. Ayat tersebut tidak menyebut objek (maf’ulum bih) bacaan. Ini mengandung isyarat, yang kita mesti baca, teliti, kaji dan seterusnya  adalah ayat-ayat Allah dalam kalam Allah dan ayat-ayat Allah dalam alam Allah. Ada kesejajaran dan terjalin benang merah, antara kebenaran wahyu dengan kebenaran ilmiyah dan kebenaran alamiyah.

Hal ini dipertegas dalam ayat yang lain yangh artinya : “kami perlihatkan ayat-ayat (tanda-tanda) kebesaran Kami di seantero jagat dan pada diri mereka sendiri, sehingga menjadi jelas bagi mereka, bahwa Allah adalah al-Haq”.

 Syekh Abdul Halim Mahmud, Syeikhul Azhar (Pemimpinn tertinggi Universitas Al-Azhar Cairo) menjelaskan dalam buku beliau Al-Quran fi Syarhil qur’an, bahwa dengan kalimat Iqra’ bismi rabbik tidak sekedar memerintahkan untuk membaca, tetapi, mengandung makna, bacalah demi tuhanmu, bergeraklah demi tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu”.

Seorang mufassir terkenal lainnya memahami perintah di sini tidak hanya sebagai amr taklifi (beban tugas yang harus dilaksanakan), tetapi ia adalah amr takwini  (wujud aktulaisasi diri terus menerus sepanjang hayat).

Intinya, pendidikan yang diberikan Rasulullah saw sejak priode Mekkah ialah pendidikan aqidah dan akhlak, serta menganjurkan menggunakan akal. Terdapat lebih kurang 500 ayat tentang penggunaan akal. 854 tentang ilmu. 750 ayat menjelaskan tentang tadabbur (merenungi) fenomena alam yang harus dipelajari, deteliti dan dikembangkan. Kata-kata yang muncul untuk itu semua umumnya dalam bentuk fiil bermakna dinamis dan prgressif.

Dengan falsafah Iqra’lah telah mengantarkan imperium Islam disertai pendidikan dan peradabannya berkembang dengan sangat dahsyat hampir mengetuk pintu Wina dan Perancis di jantung Eropa, membentang mulai dari Andalusia hingga Philipina dan Indonesia.

Dengan faklsafah Iqra’ inilah tamaddun Islam telah melahirkan para tokoh besar, sebagai penemu, pencipta ilmu pengetahuan, yang tertandingkan. Bahkan eropa masih gelap saat itu, seperti Ibnu Sina, yang di eropa disebut Avessine, dokter pertama di dunia. Digelar oleh orang Barat sendiri sebagai bapak kedokteran modern. Beliau juga filosof terkenal. Sejarah mencatat Abbas Ibnu Firnas sebagai orang pertama di dunia yang pernah melakukan eksperimen (uji coba) pertama penerbangan terkendali. Ibnu Idris al-Qurtubi, penemu  globe bumi. Al-jazari dikenal sebagai penemu robot yang dibanggakan di era teknologi industry modern 4.0-5.0 sekarang ini. Abu Qasim Al-Zahrawi, penemu ilmu bedah modern dan penemu operasi gigi. Al-Khuwarizmi, penemu angka nol dan penemu logharizma. Namanya diabadikan untuk bidang ini, lugharizma dafri al-Khuwarizmi. Al-Jabar penemu matematika, yang dulu disebut al-Jabar sesuai dengan namanya. Al-Kindi di samping sebagai filosof pertama daslam Islam, juga penemu tetrapi music dalam psikologi. Al-Jahiz, di samping pakar edukasi (pendidikan), juga penemu Biologi. Al-Ghafiqi, pakar Botani dan ilmu tumbuh-tumbuhan. Ibnu Batutah penemu benua-benua dan 300 jalur laut. Ibnu Khaldun, penemu Sosiologi Modern. Ibnu Haytham, penemu optic atau teknologi kacamata. Ibnu Rusyd, yang di Barat disebut Averoes, di samping ahli filsafat, juga penemu penyakit Parkinson. Jabir Ibnu Hayyan, bapak Kimia modern. Ibnu Yunus, penemu jam modern. Ibnu Bajjah, di dunia barat disebnut Avempace, ahli filsafat bersama Ibnu Rusyd yang pemikirannya telah menjembatani filsafat yunani ke dunia barat. Cukup banyak nama yang lain tokoh intelektual Muslim yang melegenda.

Kita utarakan ketokohan mereka bukan untuk membangga-banggakan masa lalu, tetapi untuk mengambil I’tibar, ternyata Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah telah mengantarkan manusia pada peradaban modern, dan apabila umat Islam kembali kepada al-Qur’an insya Allah, akan menjadi umat teladan (ummatan wasatan) dalam segala hal di muka bumi, termasuk dalam hal pengembangan ilmu dan teknologi. Untuk itu kita wajib memperkuat etos belajar, etos kerja dan pendidikan di era 4.0 dan 5.0.

Seorang tokoh pendidikan Muslim Asy-Sya’rawi mengatakan umat Islam mundur karena meninggalkan agamanya. Orang barat maju karena meninggalkan agamanya.

Islam telah mendorong sains untuk maju. Prof Maurice Bucaille masuk Islam, karena meneliti jasad Fir’un dan membuktikan kebenaran al-Qur’an. Al-Qur’an itu masuk akal dan mendorong sains untuk maju. “Aku masuk Islam, dan aku beriman dengan al-Qur’an”. Subhanallah.

Profesor Costeau, seorang ahli peneliti laut dalam menemui beberapa kumpulan mata air tawar segar di laut dan sedap rasanya karena tidak bercampur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Professor tersebut teringat ayat al-Qur’an tentang bertemunya dua lajutan (surat al-Rahman ayat 19-20) “Dia membiarkan dua lautan, mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”. Tak lama kemudian ahli kemaritiman ini masuk Islam.

Ribuan tokoh besar dunia sekarang ini yang masuk Islam karena kebenaran suci yang dibawakan ajaran Rasulullah saw. Allah swt berfirman : yang artinya : “Allah menyeru manusia ke Darussalan (surga) dan menunjuki orang yang dikehendakiNya kepada jalan  yang lurus (Islam)”, QS Yunus 25.

 Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang iddah (masa tunggu) wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.
Guilhem, pakar yang mendedikasikan usianya dalam penelitian sidik pasangan laki-laki baru-baru ini membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan.

Subhaanallah, di tengah-tengah kegundahan umat Islam, dengan sengaja Allah Swt. telah kirimkan jawabannya melalui dua orang ahli peternakan dari Hannover University,   Sebuah universitas terkenal di Jerman, Prof. Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Berdua beliau memimpin suatu tim penelitian yang terstruktur untuk menjawab  sakit,  penyembelihan secara Syari’at Islam (tanpa proses pemingsanan), atau penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan).

Khatib Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam dan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh 

 

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!