Dakwah Harus Masuk ke Relung Hati

GEMA JUMAT, 27 SEPTEMBER 20198

Ridwan Ibrahim, SAg, MPdPendakwah

Dihubungi Gema di arena MTQ Aceh ke 34 yang sedang berlangsung di Sigli kabupaten Pidie Rabu lalu, Ridwan Ibrahim yang di kalangan masyarakat dikenal sebagai salah seorang pendakwah kondang, menyebutkan tantangan dakwah sekarang adalah keterbukaan informasi yang berdampak kepada globalisasi peradaban.  “Perubahan prilaku sosial yang terjadi saat ini sangat luar biasa, sehingga dapat meruntuhkan sendi-sendi nilai agama dan adat istiadat dalam masyarakat, yang membuat mereka kehilangan identitas,” ujarnya.  Untuk itu Kabid Dakwah Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh menyarankan perlunya strategi dan kerja cerdas da’i dalam menangani masalah tersebut.

Dalam kesehariannya, ayah dua putri yang saat ini dipercayakan sebagai Imeum Chik Masjid Haji Keuchik Leumiek ini terus-menerus melakukan dakwah baik bersifat umum maupun khusus. Dakwah khusus yang dimaksudkan seperti penanganan perilaku menyimpang dan melanggar syariat.  Ia juga sekarang tercatat sebagai tenaga rehabilitasi mental pada Dinas Sosial Banda Aceh yang menangani berbagai persoalan psikologi keagamaan di rumah singgah.  “DSI Kota Banda Aceh menangani gerakan dakwah dengan membentuk 9 kelompok kerja da’i di antaranya penyelamat generasi muda islam (PGMI) yang melaksanakan dakwah sekolah setiap hari Jumat pagi,” paparnya. Selain itu ada kelompok kerja “min al masjid ilal masjid” yang melaksanakan dakwah setiap malam Ahad dari masjid ke masjid secara bergiliran ke seluruh gampong di Banda Aceh.

Tidak hanya itu, ia bersama teman-temannya di DSI membentuk kelompok kerja rehabilitasi mental yang bergerak dalam pendampingan dan konseling bagi pelaku pelanggar syariat.  Juga ada dakwah simpatik ke ruang publik dan melakukan kajian ke kantor pemerintahan. “Artinya dakwah harus masuk ke setiap lini dan relung hati masyarakat,” tukasnya.

Pria kelahiran Kp. Durian Aceh Tamiang 7 Juni 1968 ini sampai saat ini tercatat dosen luar biasa Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry.  Sekarang sedang mendampingi kafilah MTQ Kota Banda Aceh yang berjumlah 55 orang pada even MTQ Aceh. Menurut suami dari Nurfaizah binti Ibrahim,  prestasi kafilah kota Banda Aceh kali ini cukup meningkat.  Ada 14 orang yang masuk final dari 9 cabang yang diperlombakan.  Ia optimis, Banda Aceh mendapat juara umum, karena semua cabang tersebut Banda Aceh masuk final.  Ridwan Ibrahim menambahkan bahwa persiapan yang dilakukan cukup maksimal mulai seleksi peserta, pembinaan berjalan dan terpusat serta try out.

Di bidang organisasi,  alumni magister Manajemen Pendidikan Unsyiah ini duduk sebagai  Sekretaris BPKM IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, juga Direktur LPP SDM BKPRMI Provinsi Aceh dan Ketua Pokja I PKK Kota Banda Aceh, selain itu ia juga sebagai ketua I Pengurus Harian Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA). baskar

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!