Islam Ajarkan Hidup Sehat

GEMA JUMAT, 13 MARET 20208

Dr. Rosaria Indah, M.Sc, PhD, Alumni The University of Sydney (Usyid), Australia

Disadari atau tidak post-kolonialisme masih mempengaruhi sifat dan karakater bangsa kita. Walau bangsa ini sudah lama berdaulat tetapi efek historis penjajahan tetap mendominasi dalam bidang sosial, psikologi, hukum dan aspek kehidupan lainnya.
“Banyak saudara kita menganggap budaya Eropa lebih keren dan modern. Mereka bangga memakai produk dan lebel Eropa. Sebaliknya akan malu dan kurang pede bila berperilaku Islami dan berbudaya asli bangsa sendiri,” kata Rosaria Indah yang baru saja kembali ke Banda Aceh setelah menyandang titel Doktoral di Sidney School of Education and Social Work, The University of Sydney (Usyid), Australia.
Bahkan masyarakat kita berpenampilan lebih Barat dari bangsa Barat itu sendiri. Badan memang sudah merdeka, tetapi jiwa kita masih terjajah, tambah Ocha, panggilan akrab perempuan kelahiran Banda Aceh, 14 Juli 1974 ini.
Termasuk bagaimana upaya pencegahan preventif Covid-19 dan pola hidup sehat mesti sesuai dengan standar Word Health Organization (WHO).
Padahal ajaran Islam adalah rahmatan lil ‘alamin dan mengandung kemaslahatan. Umat-Nya meyakini tidak akan tersesat selama tetap berpedoman kepada Al Qur’an dan hadits,
Rasulullah juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi. “Andaikan aku tidak memberatkan ummatku, niscaya aku akan menyuruh mereka bersiwak (menyikat gigi) setiap kali berwudhu.” (HR Bukhari dan Muslim).
Bila cuci tangan tujuh langkah memakai sabun sesuai standar WHO, maka berwudlu adalah lebih lengkap karena membersihkan hampir seluruh anggota tubuh seperti cuci tangan, madhmadhah (berkumur), istinsyaq (menghirup) air melalui lubang hidung, muka, tangan sampai siku, kepala, telinga dan kaki sampai melewati mata kaki.
Berwudlu selain bersih sekaligus menggugurkan dosa. “Dengan berwudlu saja, sebenarnya Covid-19 sudah bisa dijinakkan,” sebut isteri dari Syaifunsyah, SE, M.Si, Ak ini.
Pribadi Rasulullah juga terkenal bersih dan rapi. Setiap hari Kamis atau Jumat, beliau secara rutin mencukur rambut halus di pipi, bulu ketiak sampai bulu bagian tersembunyi, memotong kuku. “Medis mengakui mencukur kumis dan merapikan janggut akan meningkatkan imunitas pada tubuh,” ujar ibu dari Wafa Syahida dan Haybah Shabira ini.
Islam juga mengajarkan adanya halalan thayyiban, dengan memakan makanan yang baik juga halal. Rasulullah memakan kambing hanya sedikit. Karena beliau tahu daging kambing yang dikonsumsi berlebihan dapat merusak persendian.
Nabi Muhammad Saw selalu berperilaku hidup sehat termasuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang baik, bergizi dan tidak berlebihan. Rasulullah memaklumi makanan yang baik itu tidak mesti mahal. “Kurma ajwa awalnya kurma biasa saja, Rasulullah tahu jenis kurma ini mengandung banyak manfaat sehingga kemudian ajwa menjadi kurma favorit parasahabat,” jelas tenaga pengajar dan pendisain kurikulum Fakultas Kedokteran Unsyiah
Covid-19 spesies virus yang tidak mudah disembuhkan dengan obat-obatan antibiotik, tetapi pencegahannya dapat dengan meningkatkan imunitas tubuh. Salah satu cara Islami adalah hijamah atau bekam secara rutin. Selain itu bekam akan menetralisir hemoglobin dan tekanan darah pada ambang ideal.
“Walau tubuh Rasulullah fit dan sehat, ternyata beliau sering berbekam,” ucap Rosaria yang pernah mendapat julukan bernada cemoohan, “Terkun” atau dokter dukun karena meneliti dan memperdalam hijamah atau bekam beberapa tahun lalu. NA RIYA ISON

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *