Menggagas Cyber dan Internet Masjid

GEMA JUMAT, 13 SEPTEMBER 20198

Teuku Farhan, S.Kom

Menurut Teuku Farhan, S. Kom, internet dapat berdampak negatif jika digunakan tanpa ilmu dan guru, salah satunya bisa dimanfaatkan untuk kejahatan seperti pencurian data pengguna internet untuk mencuri uang di Bank. Atau bila digunakan secara berlebihan seperti menghabiskan sebagian besar waktu berjam-jam bermain game, meninggalkan prioritas lain seperti shalat berjamaah di Masjid, baca Alquran, baca buku, bersosialisasi dengan masyarakat. “Ini perkara yang melalaikan dan sia-sia yang juga bisa menjadi bom waktu yang merusak masa depan generasi muda ke depan”, ujarnya dengan nada prihatin.

Pemuda energik kelahiran Banda Aceh 1982 ini menambahkan salah satu dampak positif dari internet adalah program Cyber masjid. Melalui Forum Silaturrahim Kemakmuran Masjid Serantau (FORSIMAS), kerjasama dengan Pemko Banda Aceh telah diluncurkan website forsimas.org. Situs tersebut menyediakan informasi sebanyak 4.000 lebih alamat masjid se-dunia.  Diharapkan dengan adanya informasi alamat Masjid se-dunia memudahkan umat Islam mendapatkan alamat masjid jika sedang berada di luar negri. Tidak hanya itu, putra pertama pasangan T. Jakfar Ali (alm) – Raihan Putri Ali Muhammad ini menyelenggarakan training yang diikuti 50 pimpinan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dan 30 remaja masjid itu. Para peserta dibekali pengetahuan dan pengenalan cyber masjid yang selanjutnya para remaja akan memperoleh training motivatif dan aplikatif selama tiga hari. Selanjutnya Forsimas menyeleksi 10 masjid dalam Kota Banda Aceh sebagai model atau pilot project yang akan dilengkapi dengan perangkat laptop, kamera dan wifi area.

Dampaknya saat ini Forsimas telah mampu mengumpulkan ribuan alamat Masjid serta menjalin kerjasama dan silaturrahmi dengan komunitas masjid di berbagai belahan negara seperti Malaysia, Fillipina, Kamboja, Hongkong, Australia, Brunei Darussalam, Afrika Selatan, Thailand, Myanmar dan Indonesia.

Ayah tiga putra putri ini menjelaskan bahwa program cyber masjid merupakan hal yang sangat mendesak karena saat ini kita memasuki era cyber atau era informasi. “Konsep cyber masjid juga sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan kaum milenial untuk usaha ekonomi kreatif, mereka saat ini memiliki banyak jenis profesi baru dan ribuan profesi lama terancam akan hilang, jika tidak dibina maka konten negatif akan marak dan mempengaruhi kaum milenial lainnya,” paparnya.

Pengalamannya dalam organisasi patut diacungi jempol, sehingga beberapa negara sudah dikelilinginya seperti Melbourne-Australia (2015), atas prestasinya sebagai peserta Smart City Benchmarking bersama Wali Kota Banda Aceh dan Bupati Sleman.. Selain itu beberapa kali ke Istanbul Turki (2015-2018),sebagai peserta International Periodical Fair. Pernah mengikuti  ASEAN Mosque Festival  (2015), mewakili FORSIMAS di Putrajaya, Malaysia.

Teuku Farhan juga pernah mendapat berbagai penghargaan. Antara lain sebagai Finalis Satu Indonesia Award (2016), dalam Program Gampongnet Inovasi Terbaik Nasional, Pengasuh Majalah Sicupak (2018) sebagai Brotherhood Magazine Award of Divanyolu Magazine, Turkey. Selain itu sering pula menjadi narasumber dalam berbagai seminar baik nasional maupun internasional. Baru-baru ini ia dipercayakan menjadi perwakilan Indonesia dan Malaysia untuk ajang Pameran Produk Halal di Mumbai, India pada awal Januari 2020 mendatang. Baskar

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!