Koperasi Syariah Dongkrak Ekonomi Aceh

GEMA JUMAT, 13 SEPTEMBER 2019Assalamu

Koperasi Syariah Mandiri Darussalam terpilih sebagai koperasi terbaik tahun 2019 di Kabupaten Aceh Besar. Sementara juara II dan III diraih KPRI Murrah dan KUD Ujung Raja Peukan Bada. Kepada koperasi terbaik mendapat dana pembinaan yang diserahkan Sekdakab Aceh Besar, Drs Iskandar MSi didampingi Kadis Perindagkop dan UKM Aceh BesarTaufiq SH, di sela-sela apel gabungan memperingati Hari Koperasi ke-72 tahun 2019, di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Senin (15/7). Mengutip Harian Serambi Indonesia.

Dalam sambutan tertulis Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah AAGN Puspayoga yang dibacakan Sekdakab Aceh Besar mengatakan, tantangan yang dihadapi dunia perkoperasian Indonesia saat ini tidak sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi semata, tapi juga menyangkut pola pikir dan perubahan dalam sistem tata kelola.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM maupun BPS, tahun 2014 kontribusi koperasi terhadap pembentukan PDB Nasional sebesar 1,71 persen. Pada tahun 2018 meningkat tajam menjadi 5,1 persen. “Kita berharap gerakan koperasi di Indonesia mampu menjawab tantangan zaman dan bersaing dengan pelaku ekonomi lainnya.”

Setahun sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menggelar lokakarya untuk mengantisipasi riba dan rentenir dalam koperasi syariah di Aceh. Acara berlangsung  di Aula Gedung MPU Aceh, Jln. Soekarno Hatta, Lampeunerut, Tingkeum, Darul Imarah, Aceh Besar. Kamis (4/10) 2018 lalu.

Penyalur KUR

Lembaga keuangan syariah penyalur kredit usaha rakyat (KUR) masih minim. Hingga saat ini, hanya PT BRI Syariah Tbk yang menyalurkan KUR. Oleh sebab itu, pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UKM (Kemkop UKM) dorong koperasi syariah untuk menjadi penyalur KUR.

KSPPS-BTM bisa menjadi penyalur KUR. Lantaran BTM telah ditunjang sistem teknologi informasi (IT) dan financial teknologi yang baik. Yuana yakin KSPPS bakal mampu memenuhi persyaratan yang diminta, termasuk kredit macet (NPL) tak boleh kebih dari 5%.

Menurut data, saat ini KUR disalurkan oleh 47 bank umum, termasuk Bank Pembangunan Daerah (BPD), empat lembaga keuangan non bank (LKNB), dan dua koperasi simpan pinjam. Kedua koperasi itu adalah Kospin Jasa Pekalongan, dan Kopdit Obor Mas, NTT. Dalam waktu dekat akan ada satu lagi koperasi simpan pinjam (KSP) yang akan menjadi penyalur KUR.

Peluang di Aceh.

Ketua MPU Aceh, Prof Dr Tgk H Muslim Ibrahim MA menyampaikan, Aceh adalah salah satu provinsi yang menerapkan Syariat Islam, dan banyak pertumbuhan model-model muamalat Islami, antara lain koperasi, meskipun banyak dinodai sistem konvensional. Maka dari itu harus mencari langkah-langkah untuk mengantisipasin riba dan rentenir karena dapat merugikan masyarakat.

“Koperasi ini bertujuan untuk tolong-menolong. Dan dalam Islam sangat dianjurkan seperti yang disebutkan dalam firman Allah dalam surat Almaidah ayat dua. Artinya; bertolong–menolonglah kamu dalam amal kebaikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Jadi hukum koperasi adalah boleh (mubah) dan terkadang-kadang dapat berubah menjadi sunnah. Semua ini dengat syarat bila tidak akan membawa kepada itsm (dosa) dan ‘udwaan (pelanggaran). Bila kedua hal tersebut maka koperasi dapat berakibat haram ataupun makruh, sesuai tingkat dosa dan permusuhan terjadi,” jelasnya sebagaimana dikutip media Modus Aceh.

Koperasi syariah merupakan kegiatan usaha yang sistem kerjanya hampir sama dengan koperasi pada umumnya berbasis pada anggota dan bersifat kekeluargaan. Hanya saja dalam pengaturan keuangannya tidak menggunakan sistem bunga/riba yang diharamkan dalam Islam. Sedangkan koperasi simpan pinjam syariah atau Koperasi jasa keuangan syariah disingkat KJKS memiliki dimensi yang berbeda dengan koperasi simpan pinjam konvensional.

Sedangkan Koperasi Simpan Pinjam syariah atau Koperasi Jasa Keuangan Syariah sebagaimana diatur dalam Pasal 1 Keputusan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 91/Kep/IV/KUKM/IX/2004 bahwa Koperasi Jasa Keuangan Syariah selanjutnya disebutk KJKS adalah Koperasi yang kegiatan usahanya bergerak di bidang pembiayaan, investasi, dan simpanan sesuai pola bagi hasil (syariah). Unit Jasa Keuangan Syariah selanjutnya disebut UJKS, adalah unit koperasi yang bergerak di bidang usaha pembiayaan, investasi dan simpanan dengan pola bagi hasil (syariah) sebagai bagian dari kegiatan koperasi yang bersangkutan.


Usaha KJKS dan UJKS berupa menghimpun dana dari anggota dan menyalurkannya melalui mekanisme usaha Jasa Keuangan Syariah dari dan ditujukan penyaluranya untuk anggota Koperasi, calon anggota Koperasi ataupun anggota Koperasi lain. Sedangkan bentuk simpanan dalam Koperasi jasa Keuangan Syariah adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota atau anggota koperasi mitra kepada koperasi simpan pinjam Syariah dalam bentuk simpanan/tabungan dan simpanan berjangka. Sedangkan bentuk akad simpanan wadiah (titipan) bisa berupa  Simpanan Wadiah Yad Adh-Dhamanah dengan akad wadiah atau titipan.

Namun atas sepersetujuan penyimpan, dana simpanan dapat digunakan oleh KJKS dan UJKS untuk kegiatan yang bersifat operasional koperasi, dengan ketentuan penyimpan tidak akan mendapatkan bagi hasil atas penyimpanan dananya, tetapi bisa diganti kompensasinya  dengan imbalan bonus yang besarnya ditentukan sesuai kebijakan dan kemampuan koperasi yang bersangkutan.

Atau simpanan berupa Investasi mudharabah Al-Mutlaqah berbentuk tabungan dari anggota pada koperasi dengan akad Mudharabah Al-Mutlaqah yang diperlakukan sebagai bentuk investasi anggota untuk dimanfaatkan secara produktif dalam bentuk pembiayaan yang ditujukan kepada anggota koperasi, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya dengan pengelolaan secara professional disertai ketentuan penyimpan mendapatkan bagi hasil atas penyimpanan dananya sesuai nisbah, yakni proporsi bagi hasil sesuai dengan yang disepakati pada saat pembukaan rekening tabungan. (Marmus/dbs)

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!