Ketulusan Khalifaurrasyidin dalam Memimpin

GEMA JUMAT, 27 SEPTEMBER 2019

Oleh Prof. Dr. H.M Hasbi Amiruddin, MA

Ketika Umar bin Khattab ditanya oleh sahabatnya,  apakah Umar bin Khattab tidak mau menjaga muruah di depan rakyat dan pejabat lainnya dengan menjaga style pakaian. Khalifah Umar menjawab: “Saya tahu itu, tetapi saya ingin  menjaga muruah yang hakiki, muruah yang tidak hanya dari penilaian manusia, tetapi muruah yang juga diberi penghargaan oleh Allah swt.”

Pada kali yang lain, ketika khalifah Umar bin Khattab sedang di masjid, serombongan pasukan perang yang telah menang perang menghadap khalifah Umar bin Khattab. Ketika rombongan bertemu Umar bin Khattab mereka melapor, bahwa mereka menang besar dan membawa harta rampasan yang banyak sekali, lalu mereka memperlihatkan harta rampasan yang berbagai ragam dengan harga yang mahal-mahal. Tetapi apa yang terjadi justru Umar bin Khattab menangis, sehingga komandan pasukannya heran dan mengatakan: “Ya khalifah kita menang. Kita menang besar. Ini semua harta rampasan perang”. Lalu Umar mengatakan: “Kenapa saya mengangis, ini sumber fitnah, ini sumber perpecahan umat. Bagi terus sekarang kepada mustahik. Jangan sisakan, karena akan menjadi sumber fitnah”. Lalu komandan pasukan memerintahkan anggota pasukannya melaksanakan perintah khalifah agar membagi habis semua harta tersebut sesuai dengan hak masing-masing. Begitulah sikap seorang pemimpin pada yang ingin menghindari fitnah yang dapat mengakibatkan konflik sesama. Dengan tidak rakus pada harta maka semua rakyat benar-benar menghormatinya tidak hanya formalitas, tetapi sekaligus dengan hati dengan memuji dan mencintainya.

Para sahabat Nabi selalu menghindari menggunakan kekuasaan negara jika itu dilihat bukan untuk kepentingan negara. Sebagai contoh dapat kita ilustrasikan peristiwa yang dihadapi oleh khalifah Usman bin Affan. Usman bin Affan ketika diangkat menjadi khalifah memang sudah berumur tua, umur 70 tahun. Namunpun demikian selama 6 tahun awalnya situasi negara terurus dengan baik. Rakyatnya aman dan sejahtera. Tetapi pada periode 6 tahun kedua, kepemimpinannya mulai lemah. Hanya saja pada masa itu belum ada suatu ketentuan berapa lama seseorang pemimpin boleh memimpin negara. Tradisinya memang sepanjang umur. Karena itu kendatipun Khalifah Usman bin Affan tidak sekuat seperti masa sebelumnya dalam memimpin, tetapi tetap dipercaya sebagai khalifah. Mungkin juga karena mereka melihat atas ketuluisannya dalam memimpin rakyat.

Diriwayatkan disuatu waktu terdapat salah seorang gubernurnya yang tidak bijak dalam memimpin dan diriwayatkan juga gubernur tersebut memiliki hubungan keluarga dengan khalifah Usman bib Affan. Pada puncak ketidak puasan rakyat, sejumlah rakat dari Mesir mendatangi istana khalifah di Madinah. Mereka rata-rata sudah terjebak dengan sikap marah, sehingga ketika khalifah Usman bin Affan menemui mereka serta menanyakan apa persoalannya, mereka tidak menjawab bahkan meludahi khalifah Usman bin Affah. Melihat situasi seperti itu para pengawal khalifah (sekarang terkenal dengan nama Paspampres) meminta pada khalifah agar diizinkan mereka untuk menghalau rombongan demonstran yang kasar tersebut. Tetapi apa yang dijawab oleh khalifah? “Ini sudah bukan lagi urusan negara, nampaknya mereka marah pada saya Usman bin Affan, biarlah saya yang menerima semua resiko ini”. Karena itu khalifah tidak memerintahkan tentaranya untuk mengahalau rombongan tersebut. Khalifah membiarkan rombongan masuk istana, dan akhirnya khalifah Usman bin Affan memang terbunuh. Ketika khalifah Usman bin Affan terbunuh dengan pedang, darahnya sempat terpercik hingga mengenai mushaf Al-Quran yang sedang ditulisa oleh khalifah, tepat pada kata-kata Walyathalattaf. Karena itu Al-Quran cetakan masa lalu sering diberi tulisan merah pada kata tersebut.

Demikianlah ketulusan para khalifaurrasydin dalam memimpin, hanya karena Allah dan demi umat. Dan ketika sesuatu masalah yang terjadi bukan karen urusan negara, mereka tidak menggunakan kekuatan negara untuk membela dirinya.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!