17 April 2020

Walaupun Krisis Covid-19 SIAPKAN DIRI SAMBUT RAMADHAN

GEMA JUMAT, 17 APRIL 2020

Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nanti ummat Islam. Bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk, pembeda antara hak dan batil, serta penjelasan mengenai petunjuk itu sendiri. Ramadhan satu-satunya nama bulan yang diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat malam yang digambarkan lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam lailatul qadar.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama belum melakukan sidang Isbat penentuan awal Ramadhan, tapi sebagian ormas Islam sudah menetapkan. Badan Hisab Rukyat (BHR) Kemenag sendiri memprediksi Ramadhan akan berlangsung serentak pada 24 April 2020.

Dengan berbagai keistimewaan yang terkandung di dalamnya, diperlukan persiapan yang matang pula mempersiapkan kedatangan bulan Ramadhan yang dinanti-nanti. Sebab, kegembiraan seseorang dalam menyambut bulan Ramadhan juga merupakan bukti keimanan seseorang kepada Rabbnya.

Imam Masjid Raya Baiturrahman (MRB), Dr Salman Syarifuddin Al Hafizh mengatakan, sebelum memasuki bulan Ramadhan, sebaiknya kita melakukan persiapan-persiapan dalam rangka pemanasan layaknya seorang yang akan melakukan kompetisi yang dia targetkan sukses. “Di antara persiapan-persiapan itu adalah persiapan ruhiyah,” ujarnya.

Menurut Salman, Ramadhan adalah bulan peningkatan ruhiyah dan puasa itu sendiri bagian dari ibadah ruhiyah. Sudah sepantasnya kita berdoa, Ya Allah berkahilah kami di bulan Sya’ban dan sampaikan usia kami di bulan Ramadhan. Persiapan secara keimanan ini berupa pengkondisian dini terhadap psikologi dan mental untuk mengisi Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan ruhiyah, pengendalian diri sejak sekarang untuk menghindarkan diri tidak melakukan maksiat dan melakukan pemanasan spiritual dalam menjalankan ibadah.

Selanjutnya, tambah Salman, adalah persiapan tsaqafiyah atau keilmuan. Berpuasa itu akan berkualitas disertai dengan ilmu, khususnya ilmu tentang puasa. Betapa banyak orang berpuasa, tapi yang ia dapatkan apa-apa dari puasanya hanya lapar dan dahaga. Persiapan ilmu tentang puasa akan meningkatkan kualitas puasa kita, dari puasa hanya menahan lapar dan dahaga menjadi awam, menjadi puasa anggota tubuh bahkan puasa hati. “Tingkatan-tingkatan puasa itu berdasarkan kualitas ilmu,” ujarnya.

“Perlu juga dilakukan persiapan jasadiyah atau jasmani, sebab puasa tidak hanya ibadah yang berdimensi ruhiyah, tapi jasadiyah dan jasmaniyah,” kata Salman. Karena itu, katnya, persiapan fisik bisa dilakukan dengan cara check up kesehatan, berolah raga secara rutin, serta membiasakan diri dengan shaum sunnah.

“Persiapan berikutnya adalah persiapan maliyah atau harta,” katanya. Ramadhan adalah bulan berbagi, solidaritas dan memberikan perhatian kepada fakir miskin. Solidaritas sesama mukmin diwujudkan dalam bentuk ibadah maliyah. Persiapan harta yang dimaksud bukanlah persiapan harta untuk menu buka puasa, tetapi persiapan untuk untuk infak, sedekah dan zakat.

Terakhir, kata Salman, persiapan ‘iliyyah atau keluarga. Ramadhan merupakan momentum bagi kita untuk mewujudkan keluarga Sakinah mawaddah wa rahmah. Untuk itu, keluarga harus disiapkan untuk menyambut, melaksanakan, meningkatkan dan meraih sebesar-besarnya keutamaan Ramadhan.

Salman menjelaskan, realita Ramadhan tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya dimana kita harus menghadapi wabah virus Covid19 yang mengharuskan kita untuk stay at home, work from home, social distancing dan phisical distancing. Kondisi ini harus kita hadapi dengan positif thinking, bahwa semua urusan dan kondisi seorang mukmin baik dalam pandangannya. “Jika diberikan kebaikan maka ia bersyukur dan jika diuji dengan keburukan maka ia bersabar. Dan kedua kondisi itu bagi seorang mukmin adalah baik,” katanya.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Aceh, H Fachrudin Lahmudin SAg MPd mengatakan, apapun kondisinya bagi seorang yang beriman, kedatangan bulan suci Ramadhan adalah perkara yang memberi kebahagiaan, meskipun di tengah kondisi duka, karena Ramadhan adalah bulan yang istimewa yang Allah SWT sediakan bagi hambaNya. Ramadhan media menempa diri menjadi orang yang bertaqwa sekaligus wadah menabung pahala akhirat.

“Ketika Ramadhan sudah menghampiri kita maka kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangannya dengan persiapan yang sebaik-baiknya. Ibarat orang akan kedatangan ke rumahnya tamu yang dikagumi, maka tentu dia akan menyiapkan segala sesuatu dengan sebaik mungkin karena tamu ini tamu yang sudah setahun dinanti,”urai penceramah MRB ini.

Yang menjadi pertanyaan, katanya, persiapan seperti apa yang perlu kita persiapkan untuk menyambut Ramadhan. Di antara yang penring adalah menyiapkan sejumlah program Ramadhan yang boleh ditulis di buku catatan atau cukup disimpan di memori otak selanjutnya berazam mengerjakanya.

“Kalau tidak membuat program Ramadhan ditakutkan nanti bila Ramadhan sudah tiba bisa jadi banyak kelebihan Ramadhan yang tidak kita raih dan terlewatkan karena banyak kesibukan yang menghampiri kita,” katanya.

Menurutnya, beberapa program paling minimal yang harus bisa kita jalankan selama Ramadhan dalam meraih kelebihan. Keutamaan dan keagungan Ramadhan yaitu mengerjakan shalat tarawih dan membaca Al-Quran.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr EMK Alidar SAg MHum, mengajak seluruh masyarakat untuk dapat mengindahkan setiap putusan yang telah diputuskan oleh jumhur ulama Aceh dan pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19, termasuk menghidupkan bulan Ramadhan dengan ibadah-ibadah terbaik. -Lizayana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *