Waspadai Virus Menular

GEMA JUMAT, 21 FEBRUARI 2020

Diskusi lika-liku LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) tak ada habisnya. Kasus Lucinta Luna (LL) awalnya hanya penyalahgunaan narkoba. Namun penegak hukum sempat dibuat bingung ketika akan menjebloskannya ke dalam sel lakilaki atau sel perempuan?

Fokus kita mengarah pada pemilik nama asli Muhammad Fatah (MF) yang ternyata pelaku adalah transgender. Kasus serupa LL alias MF dipastikan juga marak terjadi di Aceh yang terkenal agamis.

Praktik penyimpangan seks seperti ini terjadi sejak zaman Nabi Luth. Kaum Nabi Luth secara terang-terangan melakukan sodomi (gay) dan lesbian. Tak henti-hentinya Nabi Luth menyeru agar kaumnya bertaubat. Namun peringatan tersebut diabaikan.

Akibatnya Kota Sodom yang ditempati kaum ingkar dan menghinakan diri ini dimusnahkan. Dari Sodom (liwath) inilah istilah disebutkan bagi penyuka sesama lelaki. Sedangkan Nabi Luth dan pengikutnya yang taat selamat.

“Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang Di Aceh tidak ada data lengkap terjadinya fahisyah yaitu perbuatan yang sangat hina ini. dr. Iman Murahman, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mengatakan, Dinkes Aceh tidak memiliki data pasti. Menurutnya, adanya LGBT di Aceh mulai terdeteksi pascatsunami 2004, seiring banyak dan mudah keluar-masuknya pendatang dari luar Aceh.

Walau demikian, prilaku lelaki seks lelaki (LSL) sebut Iman meningkat pada tiap tahunnya. Pada 2018, Dinkes Aceh mencatat jumlah LSL di Banda Aceh melebihi seratus kasus. Jumlah tersebut jauh bertambah pada 2019.

“Yang pasti penyakit infeksi menular seksual (IMS) termasuk HIV/ AIDS meningkat sehingga disediakan pelayanan pengobatan untuk penderitanya di Aceh,” ungkap Iman. Para pelaku LSL di Aceh memang sulit dikenali.

“Karena di Aceh mereka belum berani bergandengan tangan dan bermesraan di tempat umum. Mereka pandai melihat keadaan sekitarnya,” ujar Iman.

Terjadinya LGBT bukan saja karena saling menyuka, tetapi juga terjadi transaksional. Praktik ini memang sulit dilacak sebagaimana pelaku khalwat antara laki-laki dan perempuan. Karena laki-laki bersama kawan sejenisnya demikian juga dengan wanita dan kawan sejenisnya tidak akan dicurigai. Kategori Penyakit LGBT adalah orientasi kodrati yang mengangkangi fitrah sesungguhnya. Menurut psikolog pelakunya berupa penyimpangan dan termasuk bentuk lain dari gangguan jiwa.

Dra. Nur Janah Al Sharafi , Psi, MM, pimpinan Psikodista Konsultan Banda Aceh mengatakan, “Lesbian merupakan gangguan seksual menyimpang yang terjadi pada wanita yang tertarik pada wanita. Gay adalah perilaku seksual menyimpang di mana laki laki tertarik dengan sesama laki laki, gay juga disebut dengan homoseksua.”

Biseksual adalah perilaku menyimpang seseorang menyukai dua gender yaitu laki-laki dan perempuan sekaligus. Sedangkan transgender merupakan perubahan alat kelamin yang terjadi karena perasaan bahwa alat vitalnya tidak menunjukkan siapa dia sebenarnya sehingga melakukan operasi kelamin atau transisi seksual. Pelaku transgender dapat disebut juga transseksual apabila memerlukan bantuan medis saat transisi dari satu seks ke seks lainnya.

Faktor penyebab LGBT, Nur Janah menyebutkan, antara lain faktor genetik (riset Franz Kallman). Namun ini hal ini diruntuhkan oleh riset terbaru bahwa sebenarnya perilaku homoseksual tidak diturunkan via gen (Riset George Rice dan Allan Sanders).

Faktor yang kedua adalah hormon, ada yang mengungkap bahwa hormon penyebabnya. Namun beberapa riset juga membantah bahwa antara pria normal dan pria gay tidak ada perbedaan hormonal. Yang ketiga faktor sosial, pergaulan dengan kelompok sebaya, disodomi oleh teman atau keluarganya dan lainnya.

Faktor keempat adalah keluarga, pola asuh, kekerasan masa kecil, orang tua over protektif, trauma masa kecil. Khusus untuk transgender masih dikategorikan gangguan jiwa (Diagnostic Statistic Manual atau DSM). Namun Nur Janah mengingatkan pedoman ini berlaku di Amerika. Indonesia memiliki pedoman sendiri yaitu PPDGJ (Pedoman dan Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa) yang menyebutkan LGBT sebagai gangguan jiwa.

Berhati-hatilah, bahwa LGBT adalah virus menular. “Ada pengakuan seseorang yang sebelumnya baik – baik saja bahkan pernah jatuh cinta pada seorang gadis, namun karena disodomi akhirnya terjadi pengulangan, dan akhirnya orang ini menjadi homo” ungkap Nur Janah.

Karenanya Dr. Irwan Saputra, Skep, MKM mennyampaikan upaya pencegahannya adalah dengan memilah dan memilih kawan bergaul serta menjauhi dan menghilangkan adanya rangsangan yang dapat menjerumus
kan.

Irwan panggilan akrab dari Konsultan Pelayanan Islami ini mengatakan, dienul Islam membimbing agar nafsu tidak mudah tergiring. ”Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, jangan pula perempuan melihat aurat perempuan. Janganlah seorang laki-laki tidur dengan seorang laki-laki dalam satu selimut, begitu juga perempuan jangan tidur dengan perempuan lainnya dalam satu selimut.” (HR Muslim).

Selain itu perlu pemisahan kamar tidur anak, baik dengan orang tua atau pun dengan saudara kandungnya yang lain jenis kelamin sejak anak berusia tujuh tahun atau sebelum baligh,” tambahnya. Nur Janah membuktikan adanya prilaku LGBT disebabkan orang lain.

Seseorang yang bekerja dalam sebuah organisasi, disebabkan karena manejernya seorang pengidap homo dan bergaul dengan sesama homo, maka dalam perjalanan waktu, ia juga akan menjadi homo. “Proses belajar sosial membuatnya belajar perilaku homo dari rekan rekannya,” ungkapnya.

Selain dikategorikan sebagai penyakit, ekses praktik LGBT dapat mengundang penyakit yang mematikan yaitu HIV/AIDS. dr. Iman Murrahman mengingatkan prilaku gay atau lelaki seks lelaki (LSL) juga lebih mudah menularkan virus HIV melalui darah akibat sobeknya anus, baik si pelaku maupun korban.

Langkah terbaik adalah agar LGBT bisa dibatasi atau dihilangkan, harus dimulai dari keluarga, kemudian gerakan dari level gampong dengan membangun akhlaqul karimah berbasis masjid, meunasah.

Rasulullah Saw bersabda, “Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth. Allah melaknat siapa saja yang berbuat seperti perbuatan kaum Nabi Luth, beliau sampaikan sampai tiga kali ”. HR. Imam Ahmad dari Ibnu RA. Apakah LGBT bisa sembuh? Bisa. Belajar dari kehidupan seorang gay atau lesbi yang akhirnya menjadi normal kembali.

Proses pemulihan khususnya secara spiritual dengan mendalami agama dan mengamalkannya. Melalui konseling yang intensif klien berangsur mengubah cara berpikir tentang dirinya. “Mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bergaul dengan teman yang positif, akhirnya klien ini memilih hidup normal,” tambahnya.

Bagimana pun praktik LGBT harus dicegah, dikurangi bahkan diupayakan agar kembali sesuai kodrat dan fi trahnya, yaitu untuk berkembang biak dengan halal dan thayyib. Taubatan nasuha adalah pintu kesuksesan dari terapi ini. Selain itu perlu dukungan keluarga dan orang terdekat, masyarakat sekitar guna membantu penyembuhan. “Allah Swt menjamin kemudahan bagi orangorang bersungguh-sungguh mencari ridhaNya,” sebut Dr. Irwan.SON

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *