15 Mei 2020

Zakat Fitrah Otoritas Baitul Mal Gampong

Ummat muslim di seluruh dunia menunaikan zakat fitrah setiap Ramadhan sebagai suatu kewajiban dan meyempurnakan ibadah puasa. Zakat fitrah merupakan harta berupa uang atau makan pokok sebagai bentuk penyucian jiwa, yang diberikan kepada kelompok rentan seperti fakir dan miskin.

Dengan zakat fitrah dalam kondisi Covid-19 diharapkan dapat mengurangi beban ummat yang terdampat wabah Covid-19. Selain zakat fitrah, lembaga zakat juga meringankan beban masyarakat selama pandemi dengan menggalang zakat mal dan donasi lainnya. “Banyak lembaga amil zakat yang aktif membantu masyarakat selama Covid-19,” kata Kasi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf kanwil Kemenag Aceh, Nashrullah M. Radhi.

Menurutnya, Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Aceh semua mendapat izin tingkat nasional. Belum ada yang mendapat izin lokal. Selama ini, LAZ yang sudah melaporkan keberadaannya ke Kanwil Kemenag ikut peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19, seperti DD, RZ, ACT, DT Peduli, dan beberapa yang lain-lain.

Sementara Kanwil Kemenag Aceh juga membantu masyarakat terdampak dalam bentuk sembako dan program bantuan meugang. “Sekitar ratusan paket sembako berupa beras, minyak, telor, daging megang, baju kaos dan masker, kita salurkan kepada fakir miskin dan anak yatim di Aceh Besar dan Banda Aceh,” tambah Nashrullah.

Selain paket sembako, Kemenag Aceh memberi bantuan dalam bentuk biaya pendidikan kepada anak yatim dan piatu berupa uang tunai.

Pembayaran zakat dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, menurutnya, keberadaan layanan e-banking menjadi salah satu teknis pembayaran dan pengumpulan zakat yang sesuai dengan imbauan pemerintah, social distancing, sekaligus memudahkan muzakki dalam melaksanakan ibadah zakat.

Jadi zakat dikumpulkan dengan penggunaan sistem layanan e-banking, dengan menempatkan para amil pada setiap Unit Pengumpul Zakat. Mereka sebagai pemandu sekaligus pendamping muzakki yang ingin membayar zakat dengan menggunakan sistem e-banking.

Branch Manajer RZ Aceh, Riadhi mengatakan, tetap maksimalkan peran amil sesuai pembagian tugas masing-masing divisi, namun dengan menjaga SOP Kesehatan dan sosial distancing, baik di area kantor maupun di luar kantor.

“Insya Allah penyaluran zakat terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya yang terdampak Covid-19, empat program yaitu bidang kesehatan, lingkungan, ekonomi dan pendidikan. Khusus ekonomi kita lakukan online dan sembako covid19 penyalurannya langsung di lokasi tepatnya lokasi binaan desa berdaya Rumah Zakat maupun rekomendasi dari donor atau mitra,” jelas Riadhi.

Menurut Riadi, pihaknya lebih cenderung menyalurkan sembako, karena masyarakat merasakan dampak melemahnya ekonomi nasional.

Dalam hal pengumpulan zakat fitrah, kata Riadhi, peran amil zakat sangat dibutuhkan, apalagi tingkat pembayaran zakat fitrah lumayan tinggi, baik dengan uang tunai maupun beras. Setiap amil harus mampu mengedukasi masyarakat, agar membayar zakat ke lembaga yang sudah kredibel dan amanah.

“Sedangkan dalam penyaluran zakat fitrah setiap amil bisa merekomendasi mustahik yang berhak menerimanya atau berkoordinasi dengan aparat gampong,” pintanya.

Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Asqalani, mengatakan, dalam hal memberi solusi penangan Covid-19, pihaknya tetap fokus pada penyaluran delapan senif zakat. Solusi pertama dilakukan Baitul Mal adalah percepatan penyaluran zakat di pada triwulan pertama. “Alhamdulillah penyaluran zakat dalam kondisi Covid-19 mampu kita selesaikan sebelum Ramadhan,” sebut Asqalani.

Langkah kedua, tambahnya, memberi informasi kepada masyarakat tentang penyaluran zakat, agar timbul kembali keinginan muzakki yang sudah mencapai haul pada bulan Ramadhan agar berzakat melalui Baitu Mal Kota. “Target kita, bagaimana zakat meningkat di sektor perdagangan,” harapnya.

“Selama ini, hampir setiap hari ada yang meminta zakat, sebatas ada tersedia dana tetap kita fasilitasi, termasuk juga guru-guru pengajian TPA, lembaga-lembaga pengajian, dan majelis taklim. Karena dalam kondisi Covid-19 penerimaan zakat masih rendah jadi belum bisa kita salurkan, insya Allah setelah Ramadhan,” tambah Asqalani.

Mengenai zakat fitrah dinas terkait seperti Kemenag Kota, MPU, Mahkamah Syariah, Badan Dayah, Baitul Mal dan Kabag Isra telah menetapkan tarif zakat fitrah.

Dia menambahkan, pengumpulan dan penyaluran zakat fitrah dilakukan sesuai dengan Qanun 10 tahun 2018 tentang Baitul Mal. “Baitul Mal Gampong akan mengurus zakat fitrah, otoritas Bitul Mal Gampong” katanya.

“Dalam kontek zakat fitrah lebih tepat dan lebih arif dilaksanakan oleh Baitul Mal Gampong, penyerahannya melalui imam menasah, yang merangkap sebagai Ketua Baitul Mal Gampong. Zakat dibagi oleh Baitul Mal Gampong sesuai delapan senif, tidak tepat kalau dibagi kepada seluruh masyarakat gampong,” pungkas Asqalani. –Nurjannah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *