Yuk Berkurban!

GEMA JUMAT, 2 AGUSTUS 2019

Oleh: Nurjannah, M.Si (Ketua Fatayat NU Banda Aceh)

Adakah keinginan berqurban terbesit dihati kita? Jika ada, itu keinginan baik karena suatu saat nanti kita akan berada di alam lain dimana binatang ternak yang kita kurbankan semasa dibumi menjadi kendaraan kita kelak di Padang Masyar.

Terkadang kita lupa disanalah diperlukan kendaraan mewah untuk menempuh perjalanan panjang dan cuaca gersang. Karena disana tidak ada lagi tempat untuk tolong menolong, semua memikirkan diri pribadi masing-masing.

Di dunia kita menyimpan uang untuk membeli kendaraan layak tetapi kita lupa akan kendaraan yang kita butuhkan nanti. Di sana tidak ada kendaraan umum, tidak ada gojek dan semacamnya.

Jadi masih ada waktu kita berbenah diri untuk menyembelih hewan kurban pada Idul Adha nanti. Karena kurban ibadah yang disunnahkan seperti shalat Idul Adha. “Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).” Alquran Surah Alkautsar ayat: 2.

Hadis Nabi Muhammad saw menganjurkan ummatnya untuk berkurban, “Nabi Saw. berkurban dengan dua kambing gemuk dan bertanduk. Saya melihat Nabi Saw. meletakkan kedua kakinya di atas pundak kambing tersebut, kemudian Nabi Saw. membaca basmalah, takbir dan menyembelih dengan tangannya sendiri.”

Ada beberapa persyaratan agar ibadah kurban lebih sempurna dan diterima Allah diantaranya: Jenis hewan kurban harus binatang ternak, seperti unta, sapi, kambing, dan domba bisa dijadikan pilihan sebagai hewan kurban.

Kemudian usia hewan kurban harus mencapai umur minimal yang ditentukan syari’at yaitu: Unta minimal berusia 5 tahun dan telah masuk tahun ke-6. Sapi minimal berusia 2 tahun dan telah masuk tahun ke-3. Domba berusia 1 tahun atau minimal berusia 6 bulan bagi yang sulit mendapatkan domba berusia 1 tahun. Sedangkan kambing minimal berusia 1 tahun dan telah masuk tahun ke-2

Hewan kurban harus sehat tanpa cacat, tidak boleh memilih hewan buta sebelah, sakit, pincang, sangat kurus dan tidak mempunyai sumsum tulang, pilihlah hewan kurban yang sehat.

Hewan kurban bukan milik orang Lain, hewan kurban tidak sah jika didapat dari hasil mencuri dan milik orang lain. Tidak sah hukumnya berkurban dengan hewan gadai (milik orang lain) atau pun hewan warisan.

Penyembelihan hewan kurban harus terjadi pada waktu yang telah ditentukan syari’at. Menurut Ibnu Rusyd dari Madzhab Maliki didukung oleh Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, dan Imam lainnya, penyembelihan dilakukan setelah shalat Idul Adha. Dan batas akhir penyembelihan hewan kurban adalah terbenam matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan menurut Madzhab Syafii adalah 4 hari setelah Idul Adha.

Sangat banyak manfaat dengan berkurban baik didunia maupun akhirat. Manfaat kurban didunia dapat menguatkan solidaritas yang kuat antara pemberi dan penerima kurban. Kemudian disegi pertumbuhan ekonomi dapat mengembangkan usaha ternak lokal dan sebagainya.

Sementara manfaat langsung dengan keislaman dan keimanan yaitu: Dengan kurban kita dapat bersyukur kepada Allah atas rezeki yang diperoleh, berkurban adalah ciri keislaman seseorang menjadi bentuk ketaqwaan terhadap Allah SWT, berkurban lebih baik dari sedekah senilai hewan kurban, meneladani kesabaran dan kecintaan keluarga Ibrahim As pada Allah SWT, dapat mensucikan Rezeki, mendapat pahala dan kemudahan meniti diatas shirat.

Dengan kelebihan tersebut mudah-mudahan terpanggil hati kita untuk menyisihkan sedikit harta kita untuk menyembelih hewan kurban.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!