Begadang

GEMA JUMAT, 21 FEBRUARI 2020

Begadang jangan begadang//kalau tiada artinya …//Begadang boleh saja…//kalau ada perlunya.. //Kalau terlalu banyak begadang//Muka pucat karena darah berkurang//Bila sering kena angin malam//Segala penyakit akan mudah datang//Darilah itu sayangi badan//Jangan begadang setiap malam//.

Demikian lagu berjudul  Begadang yang dilantunkan oleh Raja Dangdut Rhoma Irama. Suatu masa, lagu itu sangat populer yang mengingatkan jangan begadang setiap malam dan begadang jika  hanya perlu saja.

Dalam Islam sudah ditetapkan bahwa malam untuk tidur.  Meluruskan tulang dan memejamkan mata. Hak tubuh yang harus diberikan.  Jangan siksa tubuh dengan agenda begadang.  Apalagi begadang sambil mengisap rokok dan meneguk kopi manis di udara terbuka. Lengkap sudah derita tubuh yang dirasakan ketika muda atau lanjut usia.

“Dan Dia-lah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.” (QS. Al-Furqan : 47)

Malam tidak hanya dihabiskan di ranjang. Bangun di tengah  malam untuk beribadah kepada-Nya. Ya ini bukan kewajiban. Berdoa di keheningan malam lebih syahdu dan makbul.

“Katakanlah: Bagaimana pendapatmu jika Allah jadikan malam itu terus-menerus sampai hari kiamat? Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: Bagainana pendapatmu jika Allah jadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan malam padamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. Al-Qasas : 71-72).

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah pada malam? Keponakan Aisyah RA, Urwah bin Zubair mengatakan bahwa; “Aisyah pernah mendengarku setelah ‘isya dan aku sedang berkata-kata. Lalu Aisyah berkata, “Tidakkah kau mengistirahatkan penulismu (malaikat pencatat amal buruk)? Sesungguhnya Rasulullah tidak tidur sebelumnya dan tidak mengobrol setelahnya.”

Mau begadang atau bangun cepat pada subuh?  Begadang hingga jam 2 dini hari adalah pilihan yang tidak tepat. Lebih bagus tidur sebelum jam 10 malam dan bangun jam 4 subuh karena ini lebih pemikiran atau inspirasi sering muncul pada subuh. Otak yang lelah sepanjang hari kembali segar setelah beristirahat selama 6-8 jam per malam.  sebaliknya jika begadang hingga pukul 2 dini hari, ada kemungkinan sembahyang subuh  terlewat sebab berat kelopak mata terbuka.

Rasulullah SAW bersabda; “Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).”(HR. Muslim).

Seorang pria datang kepada Hudzaifah bin Yaman ra. ia mengetuk pintu rumahnya setelah isya. Hudzaifahkeluar menemuinya dan bertanya:
“Apa keperluanmu?”
Ia menjawab: “Aku ingin berbincang-bincang.”
Hudzaifah lalu menutup pintu yang ada di depannya dan mengatakan:
“Umar telah melarang kami berbincang-bincang setelah isya”

Jadi jam berapa sebaiknya tidur malam? Ya paling telat sekitar pukul 10 malam dan bangun sekitar pukul 04.30 dini hari. Jika makan malam pukul 8 malam, maka tidur yang sehat sekitar 2 jam setelah makan malam. ya sekitar pukul 10 malam.

Tidur yang berkualitas dan nyenyak akan membuat tubuh dan pikiran semakin sehat.  Mari kurangi begadang jika tidak perlu. Tidur cepat, bangun cepat untuk menjemput rezeki sejak pagi hingga tidur di malam lagi. [Murizal Hamzah]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *