Cara Terbaik Balas Dendam Dalam Islam

GEMA JUMAT, 29 NOVEMBER 2019

Oleh Nurjannah M.Si (Ketua Fatayat NU Banda Aceh)

Manusia diciptakan dari asal yang sama dari segumpal tanah, nantinya juga akan kembali ke tanah. Percaya tidak percaya kematian itu akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa, untuk menghadapi kematian banyak hal yang harus dipersiapkan selama hidup didunia.

Mempersiap ibadah dengan mengerjakan amal wajib, amal sunnah dan memperbaiki diri dari segala kejahatan maupun penyakit hati.

Hati merupakan bagian tubuh yang paling susah dijaga, karena apapun amal baik dan jahat berasal dari hati. Terkadang orang baik di luar tetapi tidak baik sampai ke hati. Manusia yang betul-betul bisa menjaga hatinya dari segala penyakit hati itu manusia terbaik yang disayang Allah.

Seperti kata Aagym, “Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati lentera hidup ini,…” begitu tersembunyinya hati bahkan tidak ada makhluk manapun yang tahu isi hati kita. Tetapi Allah yang menciptakan hati mengetahui semua isi hati manusia.

Boleh berpura-pura baik didepan manusia tetapi tidak bisa berpura-pura baik dihadapan Allah SWT. Jagalah hati kita dari segala penyakit hati seperti dendam, riya, sombong dan sejenisnya. Karena segala penyakit hati tersebut membawa mudharat bagi kita nantinya.

Salah satu penyakit hati yang harus dikelola yaitu dendam, dendam musuh Allah, jika ada manusia yang dendam berarti dia tidak menyukai disukai Allah. “Orang yang paling dibenci Allah adalah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)”. (HR Muslim).

Bahaya dendam dalam Islam sangat luar biasa, dendam bukan suatu perbuatan dosa yang sepele, dendam bahkan termasuk salah satu perbuatan yang paling dibenci Allah.

Dendam sangat banyak bahayanya diantaranya: dibenci Allah, amarah berlebihan, memutus silaturrahmi, imannya lemah, jauh dari rahmat Allah, menimbulkan permusuhan, hati tidak tenang, mudah timbul iri dengki, tidak menerima kodrat, tidak mendapat ampunan dosa, jauh dari kasih sayang Allah, dekat dengan kesombongan, dan lain sebagainya.

Begitu banyak bahaya yang ditimbulkan dari sifat dendam, makanya jika mau masuk syurganya Allah jangan pelihara sifat dendam, karena dendam dapat merenggut semua kebaikan yang kita miliki.

Sebagai manusia, ada kalanya kita merasa tersinggung atau sakit hati akibat tindakan buruk orang lain. Tidak jarang, hal itu sampai meninggalkan amarah yang sulit hilang dan pada akhirnya memunculkan rasa dendam.

Saat menyimpan dendam, seseorang biasanya ingin orang lain merasakan seperti apa yang ia rasakan. Dalam Islam, sifat pendendam seperti ini jelas tidak diperbolehkan.

Menurut Islam, satu-satunya cara terbaik untuk `membalas dendam` adalah dengan menjadi jiwa yang pemaaf.

Sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW, “Tidaklah seseorang memaafkan kezaliman (terhadap dirinya) kecuali Allah akan menambah kemuliaannya,” (HR. Ahmad, Muslim dan Tirmidzi).

Lalu, bolehkah kita membela diri saat dizalimi? Allah SWT berfirman, ” Dan bagi orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa yang memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.” Wallahu’alam bissawab.

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!