Ditangan Wakil Rakyat

GEMA JUMAT, 4 OKTOBER 20198

Pesta demokrasi memilih anggota dewan dan presiden yang berbulan-bulan di Indonesia telah berakhir. Pada 31 September lalu, 81 anggota  DPR Aceh dilantik. Hari ini mereka disumpah dengan harapan tidak akan ada sumpah serapah setelah 1 tahun kemudian. Hari itu, anggota dewan terhormat itu dilantik dengan harapan setelah enam  bulan tidak dilantak. Menjadi wakil rakyat adalah sebuah amanah yang harus dipikul selama lima tahun dan jika dipercaya berlanjut pada 5 tahun kedua.

Di jenjang nasional, 711 anggota dewan DPR dan DPD dilantik pada Selasa, 1 Oktober. Menariknya, besok Rabu, 2 Oktober diadakan rapat yang hanya dihadiri 376 anggota. Selayaknya sebagai wakil rakyat harus memperlihatkan komitmen menghadiri rapat dan tidak mengantuk ketika sidang. Dari 575 anggota DPR, 321 orang  lama dan 254 orang pendatang baru.

Menjadi anggota dewan berdasarkan suara terbanyak seperti yang diterapkan di Indonesia bukanlah berdasarkan konsep Islam. dalam islam, segala hal diputuskan melalui musyawarah yang dilakukan oleh alim ulama yang diketahui  berilmu dan taat beribadah. Jadi keputusan yang diambil berdasarkan pengalaman dan kajian mendalam oleh mereka  yang berakhlaq dan takut kepada Allah jika melakukan dosa. 

Sedangkan memilih wakil atau penyaluran  aspirasi atau kebutuhan berdasarkan suara terbanyak ini berasal dari non Islam. suara pemilih intelektual sama dengan suara yang tidak bersekolah  di kotak suara. Tetap dihitung satu suara. Demikian juga suara penjahat atau koruptor di bilik suara dihitung sama dengan suara alim ulama. Satu orang satu suara.

Menjadi anggota dewan di daerah atau nasional tidaklah sulit. Yang dibutuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kecerdasan, dan komitmen kepada rakyat. Tugas dewan antara lain hadir aktif pada setiap rapat, turun ke warga menarik aspirasi warga. Tugas dewan dari fungsi itu yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Jika tugas itu dijalani secara terbuka sebagai bekal amal ke surga, maka rakyat akan makmur. Melalui kebijakan yang diluncurkan seperti menyusun qanun beasiswa, membantu orang tua lanjut usia dan sebagainya, ini adalah langkah kongkrit membantu kaum dhuafa agar bisa meningkatkan derajat hidup dari taraf kelaparan atau kemiskinan. Jadikan tangan legislatif sebagai jembatan memasuki ke surga. Pangkal persoalan, Aceh masih masuk provinsi termiskin di Sumatra. Demikian juga, lima daerah termiskin di Aceh seperti dikutip dari hasil laporan BPS Aceh pada September 2019 yakni  lima daerah termiskin di Aceh;  Singkil, 21,25 persen, Galus, 20,70 persen , Pidie, 20,47 persen, Pidie Jaya, 20,17 persen, Bener Meriah, 20,13 persen.

Kita sepakat jadikan gedung dewan sebagai rumah rakyat. Tempat rakyat terutama konstituen menumpahkan hal-hal yang tersimpan di dalam hati agar lega perasaan. Menyimpan masalah di tubuh menimbuilkan sakit psikis. Tidak baik untuk tubuh. 

Ingat selalu, dari ujung kaki hingga ke ujung rambut di kepala yang dikenakan oleh dewan adalah dari rakyat yang dibayar melalui pajak dan sebagainya. untuk itu, kesetiaanya dewan adalah kepada rakyat yang telah memberikan amanah. Kepada anggota dewan, selamat menunaikan amanah! Kelak amanah itu diminta pertanggungjawaban di dunia dan akhirat. [Murizal Hamzah]

comments
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!