Kita Semua Sayang Rohingya

Oleh Hayatullah Pasee

Di saat muslim Rohingya di bantai di Myanmar, kita sebagai ummat Islam di Aceh merasa sama pilunya ketika warga Palestina dibantai zionis Yahudi. Rohingya adalah muslim. Warga palestina juga muslim. Sudah sewajarnya kita membantu mereka yang membutuhkan uluran tangan saudara seiman kita.

Dalam Islam, Rasulullah saw bersabda: Perumpamaan orangorang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggotaanggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. (Shahih Muslim No.4685

Begitu juga dengan saudara kita yang sedang mencari suaka ke negeri-negeri yang notabene muslim untuk mendapatkan sebuah perlindungan. Tampunglah mereka. Beri mereka kasih sayang tulus.

Mungkin hanya sebagian kecil dari mereka yang terdampar di Aceh, namun sebagian besar lainnya mungkin masih terkatung-katung di lautan luas. Di saat semua negara mengacungkan kaki sombongnya menolak mereka, namun Aceh sudah memperlihatkan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat dengan berani membantu mereka.

Jika kita memandang matamata mereka, seakan memberi pesan bahwa mereka tidak mau kembali lagi ke negerinya. Mereka tidak mampu lagi menahan rasa pedih, perih agresi kekejaman penguasa di sana.

Internasional yang selama ini mengempanyekan hak asasi, demokrasi pun seperti menutup mata mereka ketika ketidakadilan terjadi kepada muslim. Mereka yang melabelkan diri polisi dunia baru bangun disaat mereka dikecam, dikutuk dan diteriak-teriki. Mereka hanya bersimpati karena meresa sudah hanyir telinga.

Selain Aceh, bangsa yang bermarbat lainnya yang sudi menerima Rohingya adalah Turki. Jelas, Turki leluhurnya adalah bangsa yang punya interitas tinggi. Negeri yang punya harga diri. Mereka sangat menjunjung tinggi nilai solidaritas sesama Islam.

Hari ini, dengan membantu Rohingya nama Aceh terkenal dunia yang sangat peduli dan toleransi, bahkan tamparan bagi negara muslim lainnya yang tidak mahu membantu Rohingya. Begitu juga kepada internasional agar mereka membuka mata dan menyelesaikan persoalan ini, karena ini merupakan persoalan dunia.

Ketika Aceh berlakukan syariat Islam, aceh dibully habishabisan dianggap diskriminatif, padahal karena syariat Islamlah orang Aceh mencitai sesama. Ketika iman masih tertanam di dada masyarakat Aceh,maka kembali kepada hadits di atas muslim ibarat tubuh yang satu.

Oleh karena itu, kini saatnya kita menunjukkan kembali kepada dunia bahwa Aceh negeri yang bermartabat, bukan sekedar semboyan. Membantu Rohingya adalah ibadah yang paling besar dari pada berjihad di medan perang.

Begitu juga kita yang memiliki pengaruh dan pengambil kebijakan, mari Kita semua menggunakan peran dan jabatan masing-masing dalam menyelesaikan tragedi kemanusiaan ini, baik dalam bidang sosial, politik, dan hak asasi manusia.

Jika hari ini kita hanya mampu menyedekahkan satu kardus indomie, bantulah, jika pun masih tidak merasa mampu, maka bantulah mereka dengan memohon kepada Allah agar mereka diberi kekuatan dan kelapangan oleh Allah. Kita semua sayang rohingya.n