27 Maret 2020

Abu Ubaidah Bin Jarrah, Syahid Karena Wabah Tha’un

Ameer Hamzah

GEMA JUMAT, 27 MARET 2020

ABU UBAIDAH Bin Jarrah adalah shahabat yang mendapat pujian dari Rasulullah SAW sebagai Aminul Ummah (orang kepercayaan umat) ini. Ssesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin Jarraj.(HR: Syaikhani)
Oramg kepercayaan, artinya ia seorang yang paling amanah. Orang semacam Abu Ubaidah tidak ada sedikitpun lagi sisa-sisa sifat kemunafikan padanya. Maka ia termasuk saah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW. Sabda Nabi: ….Abu Ubaidah bin Jarrah di Surga. (Hr.Muslim).

Abu Ubaidah yang nama lengkapnya Amir Bin Abdullah bin Jarrah pernah diangkat menjadi panglima perang dalam pertempuran Dzatul Salasil, Panglima Penaklukan Syam bersama Khalid bin Walid dan Amru bin Ash, dan juga pernah menjadi panglima penaklukan Yordania. Dalam perang Uhud tahun ketiga Hijriyah, Abu Ubaidah menjadi temeng (penjaga) Rasulullah.

Ketika Rasulullah dalam perang Uhud terluka dan masuk rantai besi yang dipukul oleh orang kafir dekat kening Rasulullah, Abu Ubaidah bin Jarrah menggigit dengan giginya, maka anak rantai besi tercabut dari wajah Rasulullah, tetapi bersamaan dengan itu, dua gigi Abu Ubaidah juga tercabut. (Kitab Bidayah wan Nihayah).

Khalifah Umar bin Khattab mengangkatnya menjadi Panglima Besar menggantikan kedudukan Khalid bin Walid As-Saifullah. Abu Ubaidah juga menjadi Gubernur Wilayah Syam di zaman Umar bin Khattab. Waktu itu (Syam) dihinggapi wabah Tha’un (penyakit menular) yang mematikan.
Umar bin Khattab menjelang wafatnya berkata: Seandainya Abu Ubaidah bin Jarrah masih hidup, dialah yang aku angkat menjadi khalifah Rasulullah SAW. Waktu itu Abu Ubaidah memang sudah wafat karena terkena virus thaun, semacam virus corona zaman sekarang.

Ibnu Kasir dalam kitab Albidayah wan Nihayah menulis: Abu Ubaidah wafat tahun 18 H. di Yordania. Beliau wafat karena terjangkit penyakit wabah thaun, Tahun tersebut negeri Syam ( Suriah, Palestina, Yordania dan Lebanon) sedang terjangkit wabah thaun dan menewaskan lebih dari 25.000 sampai 30.000 orang.
Amirulmukmini Umar bin Khattab pernah mengirim surat kepada Gubernur dan Panglima Besarnya ini, agar Abu Ubaidah Bin Jarrah segera pulang ke Madinah. Tetapi Abu Ubaidah segera membalas surat tersebut bahwa beliau dan tentaranya tetap tinggal di Syam. Beliau menyerahkan kepada Allah tentang nsibnya. Apakah selamat atau mati karena wabah thaun tersebut. Ternyata shabat Rasulullah ini wafat di Yordania yang zaman itu juga bagian dari Negeri Syam.

Ada dua alasan Abu Ubaidah tidak mau keluar dari negeri Syam. Pertama beliau mendengar sabda Nabi. Bila suatu daerah sedang terjangkit penyakit menular, maka jangan keluar dari negeri tersebut, Dan bila orang yang ada di negeri lain juga jangan masuk ke negeri tersebut. Kedua Abu Ubaidah tidak sampai hati meninggalkan prajuritnya yang banyak serta umat Islam di Negeri Syam.

Selain Abu Ubaidah bin Jarrah yang syahid karena wabah thaun, terdapat juga nama-nama sahabat Nabi yang lain; Ummi Ubaidah, Mu’az bin Jabal, Yaziz bin Abi Sofyan, Abu Malik A-Asy’ari, Syurahbil bin Hasanah, Alharis Bin Hisyam, Fadhil bin Abbas, Abu Jandal bin Suhail, dan lain-lain.
(H. Ameer Hamzah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *