15 November 2019

Maulidur Rasul dan Nasabnya

Ameer Hamzah

GEMA JUMAT, 15 NOVEMBER 2019

Oleh H. Ameer Hamzah

Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari putra Ismail, memilih Quraisy dari KInanah, memilih Bani Hasyim dari Quraisy dan memilih diriku dari bani Hasyim (Hr: Muslim)

MENURUT Syeikh Shafiaurrahman Almubaraqfuri, nasab Rasulullah SAW dibagi tiga klasifikasi. Pertama yang sudah disepakati oleh para ulama sejarah dan ahli nasab. Yakni dari Muhammad sampai Adnan. Kedua dari Adnan sampai Nabi Ibrahim, ketiga dari Nabi Ibrahim sampai Adam.

Klasifikasi pertama sebagai berikut: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (Nama aslinya Syaibah)  bin Hasyim (nama aslinya Amru) bin Abdul Manaf (nama aslinya Mughirah)  bin Qushai (nama aslinya Zaid)  bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luway bin Ghalib bin Fihr (yang dijuluki Quraisy)  bin Malik bin An-Nazar (nama aslinya Qais)  bin  Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah (nama aslinya Amir) bin Ilyas bim Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan.

            Klasifikasi kedua; Adnan bin Add bin Humaisi bin Salamah bin Awash bin Buz bin Qimwal bin Ubay bin Awwam bin Nasidf bin Haza bin Baldas bin Yadhaf bin Thabikh bin Jahim bin Nahisy bin Makhiy bin Idh bin  Abqar bin Ubaid bin Ad-Di’a bin Hamdan bin Sumbur bin Yatsribi bin  Yahzan bin Yalhan bin Ar’Awi bin Idh bin Disyan bin Aisyar bin Afnad bin Ayham  bin Muqashshir bin Ahith bin Zarikh bin  Simay bin Mizzi bin Udhah bin Uram bin Qaidar bin Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim.

            Klasifikasi ketiga, yakni nasab setelah Nabi Ibrahim sampai  Nabi Adam sebagai berikut: Ibrahim bin Azar bin Nahur bin Sarukh bin Ra’u bin Falikh bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad in Sam bin  Nabi Nuh bin Lami’ Mutawasylikh bin Nabi Idris bin Yarid bin Mihlail bin Qainan bin Anusyah bin Nabi Syits bin Nabi Adam. 

            Dari garis ibunya sebagai berikut: Aminah binti Wahab bin Abdul Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Antara nasab Abdullah dan Nasab Aminah bertemu pada kakek mereka yang kelima yakni Kilab. Kilab punya anak yang bernama Qushay dan Zuhrah. Qushai melahirkan garis keturunan ayah Nabi Abdullah dan Zuhrah melahirkan keturunan ibu Nabi Siti Aminah. Kedua belah pihak termasuk keturunan mulia.

Muhammad lahir di Kota Mekkah dari seorang ibu yang bernama Aminah Binti Wahhab. Ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib yang wafat ketika Aminah baru mengandung dua bulan. Muhammad sebagai anak yatim mendapat belas kasih sayang dari kaumnya. Pamannya Abu Lahab memerdekakan seorang budaknya—Suwaibah Aslamiyah) karena memberitahukan kelahiran Muhammad SAW.

            Paman-pamannya yang lain seperti Hamzah, Abu Thalib, dan Abbas juga menaruh perhatian kepada anak yatim yang kelak menjadi rasul dan pemimpin anak manusia di dunia dan akhirat. Kakeknya Abdul Muthalib  memberi nama Muhammad, sebuah nama baru yang belum pernah ada sebelumnya. Arti Muhammad adalah yang dipuji. Abdul Muthalib mendapat ilham dari Allah SWT. untuk memberi nama cucu sebagaimana telah diberitahukan dalam Injil. Nabi Isa Ibnu Maryam telah mengabarkan kelahiran Nabi terakhir.

            Sudah menjadi tradisi bagi bangsa Arab Quraisy, bayi-bayi mereka disusui oleh perempuan pedalaman yang udaranya lebih segar. Bayi Muhammad kemudian di bawa oleh Halimatush Shakdiah ke pergunungan Bani Sa’ad. Halimatusssakdiah menyusui Nabi sampai berusia empat tahun. Penyusu beliau pertama tentu ibundanya, kemudian Suwaibah Aslamiyah beberapa minggu, dan terakhir Halimatussh Shakdiah.

            Tahun kelahiran Rasulullah SAW  dikenal dengan tahun Gajah. Kisahnya tentara Abrahah dari Yaman menuju Mekkah untuk menghancurkan Ka’bah. Mereka mengenderai  sejumlah gajah, kuta, unta da nada yang jalan kaki. Tetapi Allah SWT mennghancurkan pasukan bergajah itu dengan mengirim “Burung Ababil” yang melemparkan mereka dengan “Sijjil” batu neraka yang panas. Siapapun yang kena, pasti binasa. (Baca: Surat Alfil ayat 1 sampai 5).

            Umat Islam seluruh dunia memperingati Maulid Nabi Besar setiap bulan Rabiul Awwal, Rabiul Akhif, Jumadil Awwal dan Jumadil Akhir. Tujuan peringata Maulid untuk membangkitan kesadaran umat dalam mengamalkan ajaran Islam. Agama Islam ini dibawa oleh Muhammad SAW. Dengan mengetahui riwayat hidup Nabi Muhammad, mereka akan mengikuti sunnahnya. Tujuannya untuk meneladani bukan untuk mengkultusnya.

*Penulis adalah Pemimpim Umum Tabloid Gema Baiturrahman.