3 April 2020

Mu’adz Bin Jabal dan Keluarga Syahid Terjangkit Virus

Ameer Hamzah

GEMA JUMAT, 3 APRIL 2020

Oleh H. Ameer Hamzah

Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda: Umatku yang paling mengetahui halal dan haram adalah Mu’adz Bin Jabal. Kelak di surga ia disebut pemimpin para ulama’ (HR: Ahmad)

MU’ADZ Bin Jabal Bin Amru Bin Aus Al-Anshari adalah sahabat Rasulullah SAW. Ia dijamin masuk surga karena terlibat dari berbagai perang. Rasulullah SAW memujinya, maka sejak muda (18) tahun Mu’adz sudah bersama Rasulullah SAW. Anak muda ini sangat cerdas, alhafidz 30 juzuk, dan penghafal hukum-hukum fikih.
Rasulullah mempercayainya menjadi ajudan. Kadang-kadang Mu’adz berkendara satu unta dengan Rasulullah SAW. Suatu hari Rasulullah mengatakan: Wahai Mu’adz aku sangat sayang padamu. Bagaimana dengan engkau kepadaku? Mu’adz menjawab dengan menangis. “Aku juga wahai Rasulullah!”.

Karena Rasulullah sangat mengetahui tentang keluasan ilmu Mu’adz, maka ia dipercaya oleh Rasulullah SAW sebagai hakim di Wilayah Yaman. Waktu itu ia baru berusia 20 tahun. Rasulullah memanggilnya dan memberi nasihat. “Wahai Mu’adz! Dengan apa engkau menghukum dan menyelesaikan masalah di Yaman? Aku menghukum perkara dengan kitab Allah (Alquran). Bila tidak ada dalam Alquran, aku akan melihat dalam hadits shaheh).

Rasulullah SAW bersabda: Bila dalam kitabullah dan sunnah nabimu tidak ada? Mu’adz bin Jabal berkata: Aku akan berijtihad wahai Rasulullah SAW. Nabi memujinya dan menyebut Mua’adz sebagai pemimpin para ulama di surga kelak.
Dalam kitab Sifatus Safwah, Ibnu Jauzi menulis; Setelah Gubernur Syam, Abu ‘Ubaidah Bin Jarrah meninggal karena wabah thaun Abawas tahun 18 H. Khalifah Umar bin Khattab menunjuk Mu’azd bin Jabal sebagai peganti. Seperti pendahulunya, mereka tidak takut kepada wabah thaun itu. Baik Abu Ubaidah maupun Mu’adz tidak takut terjangkit. Keduanya memang penghuni surga. Demi rakyat keduanya siap tinggal di Syam.

Takdir Allahpun tak bisa ditolak. Ketika sang gubernur Mu’adz baru beberapa bulan tinggal di Syam, seisi rumah terjangkit virus yang mematikan itu. Pertama meninggal dua anaknya, Abdurrahman dan Ummu Abdullah, kemudian isterinya, dan terakhir kekasih Rasulullah almujtahid pertama dalam Islam Mua’dz bin Jabalpun syahid karena wabah thaun tersebut. Allahummaghfirlahum warhamhum.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *