3 April 2020

ALLAH PELINDUNG KAUM MU’MININ

GEMA JUMAT, 3 APRIL 2020
Prof. Dr. Tgk. H. Azman Ismail,MA (Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman)

Q.S. Muhammad ayat 11-12
“Yang demikian itu karena Allah pelindung bagi orang-orang yang beriman;
sedang orang-orang kafir tidak ada pelindung bagi mereka. Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.Dan orang-orang yang kafir menikmati kesenangan (dunia) dan mereka makan seperti hewan makan; dan (kelak) nerakalah tempat tinggal bagi mereka.”
Pada ayat sebelumnya, dijelaskan bagaimana orang-orang yang membenci risalah Islam meskipun berbuat baik, tetap tidak mendapatkan ganjaran atas apa yang mereka lakukan, demikian juga dijelaskan bagaimana nasib dan kesengsaraan umat-umat yang menentang Allah SWT.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang beriman tidak perlu takut dan bimbang terhadap apa yang ditimpakan oleh orang-orang kafir atau apa saja yang menimpa mereka dalam hidup di dunia ini, karena Allah SWT telah menjamin bahwa Allah SWT lah sebagai penjamin kehidupan mereka dan Allah SWT sebagai pelindung dari hal-hal yang tak diinginkan. Demikian juga dengan pahala amal kebaikannya, tak perlu ragu, karena Allah tidak akan mengurangi nilai kebaikan dari apa yang dilakukan oleh mereka. Sedangkan orang-orang kafir, tak ada sandaran, tak ada pelindung yang akan melindungi mereka dari kesengsaraan hari kiamat, kehinaan di akhirat dan sebagainya.

Janji dari perlindungan Allah SWT, tidak hanya dengan ganjaran bahwa amalan tidak hilang, namun lebih dari itu, Allah mempersiapkan bagi mereka akhir abadi yang indah, yakni surga dengan segala kenikmatannya. Bayangan surga sendiri, tidak dapat ditafsirkan dalam kata-kata dan angka juga imajinasi manusia. Ia melampaui dari apa yang dipikirkan oleh manusia, dan itu adalah rahmat Allah SWT. Surga tidak diberikan kepada orang kafir, namun surga adalah hak prerogatif Allah SWT bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Sedangkan orang kafir, sebagaimana disebutkan oleh Allah SWT dalam ayat ini, kehidupan mereka di dunia adalah seperti makhluk yang tidak berakal lainnya, mereka makan, minum, tidur dan akhirnya akan binasa, sebagaimana binasanya binatang dan hewan. Tidak tersisa bagi mereka dari hidup di dunia ini sebagai perbendaharaan untuk hari kiamat, kecuali hanya sia-sia.

Pada akhir ayat di atas, Allah SWT menyatakan bahwa hanya satu tempat mereka di akhirat kelak, yaitu neraka. Sebagaimana surga, neraka adalah kebalikan dari deskripsi surga; suatu tempat yang menjadi tempat siksa dan murka yang tidak dapat dibayangkan oleh imajinasi manusia, bagaimana dahsyatnya, kehinaannya, kekekalannya dan semua yang buruk di sana. Allahumma tsabbit aqdaamanaa ‘ala al-Islam wa a’inna min ‘adzaab an-naar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *