Efektifkan Pemanfaatan Harta Wakaf

GEMA JUMAT, 14 FEBRUARI 2020

Salah satu harta agama yang masih sangat kurang mendapatkan perhatian adalah wakaf. Saat ini banyak harta wakaf yang belum diinventari dengan baik, terkadang harta wakaf kurang efektif dalam pemanfaatannya. Ada juga harta wakaf terbengkalai tanpa yang mengelolanya dengan maksimal untuk kepentingan bersama. Jika kondisi ini terus dibiarkan maka sangat dikhawatirkan 10-20 tahun yang akan datang akan semakin banyak harta wakaf yang disalahgunakan, beralih fungsi bahkan dikhawatirkan menjadi hak milik. Simak wawancara Nurjannah Usman wartawati Gema Baiturrahman, dengan Dr H Abdul Gani Isa SH M.Ag, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan  Aceh.

Bagaimana potensi wakaf di Banda Aceh?

Potensi wakaf di Banda Aceh, sebenarnya sangat urgen dilihat dari geografis bahwa Banda Aceh, sebagai ibu kota provinsi. Namun potensi itu belum digarap secara maksimal. Karena wakaf sekarang ini tidak hanya mati seperti tanah, toko, masjid, sekolah dan lainnya. Tetapi juga wakaf benda bergerak, seperti uang, jasa trasnportasi dan lainnya.

Tetapi di Banda Aceh belum dilakukan maksimal, karena  pertama belum terbentuk  BWI kota, kedua nazir wakaf  tidak jelas, karena tidak pernah mengusulkan SK-nya ke BWI, ketiga, kalaupun ada nazir, tapi kurang kreatif dalam memberdayakan aset dari pasif ke produktif. Diharapkan nazir dan umat Islam mengawasi dan tetap menjaga ain wakaf sebagai jariah dan amal abadi.

Selama ini bagaimana pengelolaan harta wakaf di Banda Aceh?

Karena BWI kota belum terbentuk, maka pengelolaannyapun tidak diketahui dengan jelas. Sesuai ketentuan UU Wakaf No.41 tahun 2004, seharusnya para nazir memperbaharui SK kenaziran dan juga minimal setahun sekali melaporkan hasilnya ke BWI.

Jika ada harta wakaf yang bermasalah bagaimana penyelesaiannya?

Bila ada masalah sudah tentu diselesaikan oleh kenaziran setempat. Untuk menghindari penyalahgunaan status, maka diharapkan kepada masyarakat agar mendaftarkan dan sekaligus mengurus sertifikatnya agar ada kepastian hukum.

Seberapa jauh andil Baitul Mal Aceh dalam menyelesaikan harta wakaf?

Ya, selama ini belum jelas, namun diharapkan BMA sebagai mitra BWI secara bersama mendata dan menjaga keberadaan aset wakaf sebagai jariah si wakif.

Apa saran Anda agar harta wakaf maksimal digunakan untuk ummat?

Saran kepada nazir supaya disamping mendata juga dengan ikhlas menjaga, serta bila ada tanah wakaf pasif diupayakan untuk diproduktifkan, misalnya membangun toko, dan sebagainya. Disamping itu mengelolanya dengan transparan dan pemanfaatannya juga sesuai ikrar dari si wakif.

Bagaimana harta wakaf menjadi pengelolaan ekonomi masyarakat?

Ya bila aset wakaf dikelola dengan baik dan manajemen modern, Insya Allah akan bisa mensejahterakan umat misalnya memberi beasiswa sebagai modal bagi pedagang yang punya skil, tetapi tidak ada biaya dan sebagainya.

Selanjutnya diinformasikan bahwa BWI Provinsi sudah membuka rekening wakaf pada Bank Mega Syariah. Bagi warga Banda Aceh yang mau berwakaf dapat menyalurkan dananya ke bank tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *