Gaya Hidup Sehat Ala Rasulullah

GEMA JUMAT, 13 MARET 2020

Baznila Ganuzia Bashry, SST (Praktisi Kesehatan, Thibbun Nabawi, Leader Halal Network Internasional (HNI)), Spiritual Healing Therapist Qalbun Saleem).

Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah subhaanahu wa ta’ala, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah subhaanahu wa ta’ala telah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.
Karena Allah telah menegaskan kepada kita bahwa Beliau (Rasulullah) adalah teladan, inilah teladan yg bisa kita ikut bagaimana pola makan Rasulullah Sallallahu A’laihi Wasallam agar Sehat dan berberkah dan mendapatkan amal. Berikut Wawancara Gema Baiturrahman dengan Baznila Ganuzia Bashry, SST, Praktisi Kesehatan, Thibbun Nabawi, Leader Halal Network Internasional (HNI)), Spiritual Healing Therapist Qalbun Saleem.

Bagaimana gaya hidup sehat yang dipraktekkan oleh Rasulullah Saw?
Asupan awal kedalam tubuh Rasulullah adalah udara segar pada waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.
Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.

Selama hidupnya, berapa kali Rasulullah mengalami sakit?
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah SAW tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah SAW di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita. Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji). Dengan mencontoh pola makan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah SAW melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Di pagi hari, Rasulullah SAW menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut merupakan organ yang sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.
Di pagi hari pula Rasulullah SAW menu sarapannya dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Al Qur’an, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Pada dasarnya, bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.
Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah SAW senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.
Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.
Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).

Apa obat yang sering digunakan oleh Rasul untuk menyembuhkan sakit?
Rasulullah bersabda: Hendaklah kalian menggunakan dua macam obat, yakni madu dan Al Qur’an (HR. Ibnu Majah dan Hakim) Berbagai macam pengobatan telah digunakan Rasulullah Saw dari mengkonsumsi herbal, hijamah hingga do’a.
Suatu saat, seorang laki laki mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dia menceritakan perihal saudaranya yang sedang sakit perut. Beliau bersabda, “Minumkan madu untuk nya.”
Setelah Rasulullah Saw berkata begitu, laki laki itu segera menemui saudaranya yg sakit tadi, guna memberikan minuman madu. Akan tetapi, setelah ditunggu tunggu ternyata sakitnya belum juga hilang.
Kemudian, laki laki itu datang untuk kedua kalinya, dan Rasulullah Saw masih memberi jawaban yang sama, “Minumkan madu.” Laki laki itu pun pulang lalu meminum kan madu untuk kedua kalinya. Sama saja, penyakit nya juga tak kunjung sembuh, hingga untuk ketiga kalinya datanglah laki laki itu kepada Rasulullah Saw. Dia tetap memperoleh jawaban yg sama hingga kedatangan nya kepada Rasulullah Saw keempat kalinya. “Allah Maha Benar dan perut saudara mu yg berbohong. Beri minum madu,” kata Rasulullah Saw. Akhirnya laki laki tsb kembali memberi minum madu, hingga akhirnya saudaranya sembuh.
Kisah yang ditulis Imam Al Bukhari dalam shahihnya itu menunjukkan, disamping seseorang nabi yang bertugas menyebarkan risalah serta pemimpin umat, Rasulullah Saw juga menjadi rujukan dalam masalah pengobatan. Sebagian obat obatan yg direkomendasikan Rasulullah Saw adalah Habbatussauda
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Al Bukhari disebutkan Rasulullah Saw bersabda “”Sesungguhnya habbatussauda ini obat bagi setiap penyakit kecuali kematian.”
Apa pendapat Anda tentang gaya hidup umat Islam sekarang?
Gaya hidup umat Islam sekarang sebagian besar adalah gaya hidup sedentari. Gaya hidup sedentari adalah kebiasaan-kebiasaan dalam hidup yang tidak melibatkan banyak aktivitas fisik, atau dengan kata lain tidak banyak melakukan gerak. Hal ini karena sedentari telah terbukti menjadi faktor penyebab meningkatnya penyakit tidak menular (PTM). Namun perkembangan akhir akhir ini banyak yang sudah hijrah ke gaya hidup yg lebih baik. Penyakit tidak hanya penyakit fisik saja namun ada juga penyakit bathindan hati. Dan persentase terbesar penyakit fisik, penyebab nya adalah emosional dan ruh yang tidak dekat dengan Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *